Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen kangkung hasil program pembinaan kemandirian warga binaan. Panen yang dilaksanakan di lahan pertanian Lapas Ternate tersebut menghasilkan 120 kilogram kangkung, sebagai buah dari pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan program pembinaan yang produktif dan pemberdayaan warga binaan, Sabtu (25/7).
Panen kangkung merupakan hasil kerja sama antara petugas dan warga binaan yang secara aktif mengelola lahan pertanian mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran untuk membentuk keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Program pertanian juga menjadi kontribusi nyata Lapas Ternate dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan.

Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menyampaikan bahwa keberhasilan panen menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilaksanakan mampu menghasilkan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Panen kangkung ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kami jalankan mampu melahirkan hasil yang produktif dan bernilai. Di sisi lain, program ini merupakan wujud dukungan Lapas Ternate terhadap ketahanan pangan nasional serta implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Sardiman Usman, menjelaskan bahwa sektor pertanian akan terus dikembangkan sebagai salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Ternate.
“Pembinaan melalui kegiatan pertanian memberikan pengalaman kerja yang nyata kepada warga binaan. Mereka tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga membangun karakter, tanggung jawab, dan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” kata Sardiman Usman.
Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Lapas Ternate terus berupaya menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan mandiri, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari pelaksanaan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































