AMPARITA –Mahasiswa KKN 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa edukasi “Melek Cuaca Sejak Dini” kepada siswa MA/MTs DDI Amparita, Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai cuaca serta pentingnya memahami informasi cuaca dalam kehidupan sehari-hari.
Program “Melek Cuaca Sejak Dini” dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan interaktif agar siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah. Materi yang diberikan meliputi pengertian cuaca dan iklim, unsur-unsur cuaca, cara sederhana mengamati kondisi cuaca, pengenalan cuaca ekstrem, serta pemanfaatan aplikasi Info BMKG sebagai salah satu sumber informasi cuaca resmi.
Mengenal Cuaca dan Lingkungan Sekitar
Dalam kegiatan edukasi, siswa MA/MTs DDI Amparita diperkenalkan dengan pengertian cuaca dan perbedaannya dengan iklim. Cuaca merupakan kondisi atmosfer pada suatu tempat dan waktu tertentu yang dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Kondisi seperti panas, hujan, berawan, angin kencang, dan petir merupakan contoh fenomena cuaca yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa juga diperkenalkan dengan beberapa unsur cuaca, seperti suhu, curah hujan, angin, awan, dan kelembapan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Belajar Mengamati dan Membaca Cuaca
Salah satu bagian dari kegiatan adalah mengajak siswa untuk melakukan pengamatan sederhana terhadap kondisi cuaca di lingkungan sekolah. Siswa diajak memperhatikan kondisi langit, awan, angin, serta keadaan udara di sekitar mereka.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman bahwa perubahan kondisi lingkungan dapat menjadi salah satu bahan pengamatan terhadap perubahan cuaca. Siswa juga diajak untuk membuat prediksi sederhana mengenai kemungkinan kondisi cuaca yang akan terjadi.
Namun, siswa juga diberikan pemahaman bahwa pengamatan secara langsung tidak dapat menggantikan prakiraan cuaca resmi. Oleh karena itu, informasi dari sumber terpercaya tetap diperlukan untuk memperoleh informasi cuaca yang lebih akurat.
Mengenalkan Aplikasi Info BMKG
Sebagai bagian dari edukasi, mahasiswa KKN memperkenalkan aplikasi Info BMKG kepada siswa MA/MTs DDI Amparita. Aplikasi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sarana untuk memperoleh informasi mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini.
Siswa diberikan demonstrasi mengenai cara melihat informasi cuaca berdasarkan lokasi serta bagaimana memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pengenalan aplikasi ini diharapkan dapat membangun kebiasaan siswa untuk memeriksa informasi cuaca dari sumber resmi dan terpercaya.
Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia melalui telepon pintar, informasi mengenai kondisi cuaca dapat diperoleh dengan lebih mudah. Hal ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap perubahan kondisi cuaca.
Meningkatkan Kesiapsiagaan terhadap Cuaca Ekstrem
Selain mengenal kondisi cuaca, siswa juga diberikan edukasi mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi cuaca ekstrem.
Ketika terjadi petir, siswa diarahkan untuk berada di dalam bangunan dan menghindari tempat terbuka maupun objek tinggi seperti pohon. Saat terjadi angin kencang, siswa diingatkan untuk menjauhi pohon, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi jatuh. Sementara ketika terjadi hujan lebat, siswa diimbau untuk mencari tempat yang aman serta mewaspadai kemungkinan genangan atau banjir.
Materi tersebut diberikan agar siswa tidak hanya memahami fenomena cuaca, tetapi juga mengetahui tindakan yang tepat untuk menjaga keselamatan diri ketika kondisi cuaca berubah menjadi ekstrem.
Kontribusi Sederhana untuk Masyarakat
Kegiatan “Melek Cuaca Sejak Dini” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN 116 UNHAS dalam meningkatkan literasi cuaca di lingkungan MA/MTs DDI Amparita.
Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cuaca sekaligus pengalaman mengamati kondisi lingkungan dan mengenal penggunaan informasi cuaca dari BMKG. Edukasi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan untuk mengamati, memeriksa, dan memahami informasi cuaca sebelum mengambil keputusan dalam beraktivitas. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Melek cuaca bukan berarti harus menjadi ahli meteorologi. Melek cuaca berarti mampu mengenali kondisi cuaca, mengetahui cara memperoleh informasi yang benar, dan tahu kapan harus waspada.”
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































