Dari lirik sederhana, guru sekolah dasar belajar menciptakan lagu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lagu Anak sebagai Media Pembelajaran Kreatif bagi Guru SD” yang dilaksanakan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya di SDN 12 Rambutan, Banyuasin, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru dari SDN 7 Rambutan dan sekolah dasar di sekitarnya. Para peserta tidak hanya dikenalkan pada teknologi AI, tetapi juga diajak mempraktikkan proses pembuatan lagu pembelajaran, mulai dari menentukan materi, menyusun lirik, hingga mengembangkan lirik menjadi lagu dengan bantuan AI.
Dalam praktiknya, guru terlebih dahulu menentukan materi atau pesan yang ingin disampaikan kepada peserta didik. Ide tersebut kemudian dituangkan dalam lirik yang sederhana dan sesuai dengan karakteristik anak. Setelah itu, AI dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan lirik menjadi lagu.

Proses tersebut memberikan pengalaman baru bagi guru bahwa menciptakan lagu pembelajaran dapat dimulai dari kreativitas dan penguasaan materi yang mereka miliki. Teknologi AI kemudian membantu mewujudkan gagasan tersebut menjadi karya musik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar.
“Awalnya kami mengira membuat lagu pembelajaran membutuhkan kemampuan musik. Setelah mengikuti pelatihan ini, ternyata kami bisa memulai dari materi dan lirik yang kami kuasai, kemudian memanfaatkan AI untuk membantu mengembangkannya menjadi lagu,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Lagu dipilih sebagai media pembelajaran karena dekat dengan dunia anak dan dapat menjadi alternatif bagi guru untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan. Melalui lagu, konsep atau pesan pembelajaran dapat dikemas secara sederhana sehingga lebih menarik bagi peserta didik.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P. Ia mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Pendidikan Banyuasin juga mendorong agar kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah perairan. Hal ini dinilai penting mengingat karakteristik wilayah Banyuasin yang mencakup kawasan daratan dan perairan, sehingga inovasi dan penguatan kompetensi guru diharapkan dapat menjangkau satuan pendidikan di berbagai wilayah.
“Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya dilaksanakan di wilayah daratan, tetapi juga dapat diperluas ke daerah perairan. Banyuasin memiliki karakteristik wilayah daratan dan perairan, sehingga pemerataan peningkatan kompetensi guru perlu terus didorong,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi PGSD FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Esti Susiloningsih, M.Si., menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kerja sama antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
“Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin harus diwujudkan dalam kegiatan nyata. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan terus berkembang untuk memperkuat pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Esti.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang diketuai Dr. Esti Susiloningsih, S.Pd., M.Si., dengan anggota Apit Fathurohman, Ph.D., Nabilah Mansur, M.Pd., Fahmi Surya Adikara, M.Pd., Budiansyah, M.Pd., Najlatul Fathia, M.Pd., dan Dr. Ruri Tria Astika, M.Pd.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG’s 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu memanfaatkan AI secara kreatif dan bertanggung jawab untuk menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Teknologi tidak menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu untuk mengembangkan ide dan kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































