Pandeglang– Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0601/Pandeglang resmi ditutup melalui upacara yang digelar di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (13/8/2026).
Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus memimpin langsung prosesi penutupan TMMD ke-129 tahun anggaran 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi Asops Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Tuwadi, S.E., M.I.Pol., Aster Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Muhammad Iqbal Lubis dan Dr. Sulhan.
Turut hadir Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., serta Bupati Pandeglang Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos., M.A.
Kehadiran jajaran TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat menjadi wujud sinergi dalam mendukung program TMMD sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129 TA 2026 dapat terlaksana dengan baik, aman, tertib dan lancar hingga pelaksanaan upacara penutupan.
Pangdam juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para gubernur, bupati, wali kota beserta seluruh jajaran atas dukungan terhadap penyelenggaraan TMMD, termasuk melalui pengalokasian anggaran APBD di masing-masing daerah.
Apresiasi turut diberikan kepada seluruh personel Satgas TMMD, pemerintah daerah, instansi terkait, mitra TNI AD, serta masyarakat yang telah mencurahkan tenaga, pikiran dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, TMMD merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui pendekatan lintas sektoral. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas serta taraf kesejahteraan masyarakat.
Selama kurang lebih satu bulan, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, prajurit TNI bersama aparatur pemerintah daerah dan masyarakat berbaur dalam semangat gotong royong untuk mempercepat pembangunan sekaligus membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat di wilayah sasaran.
Keberhasilan TMMD, kata Pangdam, tidak semata-mata diukur dari jumlah sasaran fisik yang dibangun atau diperbaiki. Lebih dari itu, keberhasilan harus dilihat dari manfaat pembangunan dalam memperlancar aktivitas warga, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penentuan sasaran fisik TMMD ke-129 juga diarahkan pada kebutuhan yang mendesak dan memiliki nilai strategis, sesuai aspirasi masyarakat serta kondisi nyata di wilayah sasaran. Perencanaan tersebut diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah agar hasilnya menjadi bagian dari pembangunan wilayah yang terukur dan berkesinambungan.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga melaksanakan berbagai sasaran nonfisik melalui penyuluhan, sosialisasi dan pembekalan kepada masyarakat. Materi kegiatan disusun secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas serta karakteristik masing-masing wilayah.
Pangdam menegaskan bahwa pembangunan pada hakikatnya bukan hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun sumber daya manusia secara utuh. Masyarakat yang sehat, berpengetahuan, terampil dan mampu mengembangkan potensi wilayah menjadi modal penting bagi kemajuan daerah.
Pelaksanaan TMMD ke-129 TA 2026 juga disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD, yakni Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta Bersatu dengan Alam.
Integrasi program tersebut menjadi bagian dari pendekatan terpadu untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, hasil TMMD diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup, penguatan ketahanan wilayah dan semakin kokohnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pangdam juga mengingatkan bahwa penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap hasil pembangunan. Pemerintah daerah, satuan kewilayahan dan masyarakat diharapkan terus berkoordinasi untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kualitas hasil pembangunan secara berkesinambungan.
Masyarakat juga diharapkan terus menanamkan rasa memiliki serta mempertahankan semangat gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD. Kebersamaan antara prajurit dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan mendorong kemajuan wilayah.
Kepada seluruh prajurit Satgas TMMD, Pangdam menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kerja keras selama menjalankan tugas. Pengalaman bersama masyarakat diharapkan semakin memperkuat pengabdian prajurit TNI yang berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan mengabdikan diri untuk kepentingan rakyat.
Pangdam juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat.
Dengan berakhirnya upacara penutupan tersebut, TMMD ke-129 TA 2026 secara resmi dinyatakan selesai. Namun, semangat gotong royong dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































