JAKARTA – Muhammad Ibnu Fisabililah, S.I.Kom., menghadiri sesi diskusi dan pendalaman pemikiran bersama tokoh nasional Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Dr. (H.C.) Drs. Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum., di Cafe Pelangi, Jakarta Selatan.
Dharma Pongrekun, yang akrab disapa Bang DP, merupakan purnawirawan Polri dan mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Saat ini, ia aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengamatan global, analisis geopolitik, serta isu-isu kebangsaan.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, Muhammad Ibnu Fisabililah secara khusus mendalami pemikiran dan gagasan strategis yang dituangkan Dharma Pongrekun dalam bukunya yang berjudul Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan.
Dalam diskusi literatur tersebut, Dharma Pongrekun menguraikan pandangannya mengenai dinamika politik serta perkembangan teknologi global. Ia menilai bahwa berbagai perubahan yang terjadi di dunia tidak selalu berlangsung secara alamiah, tetapi dalam perspektif yang dibahasnya dapat dipengaruhi oleh kepentingan dan skenario sistematis dari berbagai aktor global.
“Buku ini ditulis sebagai pengingat sekaligus peringatan dini bagi bangsa Indonesia. Rekayasa kehidupan terjadi ketika sistem, regulasi, dan teknologi diarahkan untuk mengontrol pola pikir serta perilaku masyarakat tanpa mereka sadari. Jika kita tidak kritis, kita akan kehilangan kedaulatan di negeri sendiri,” ujar Dharma saat menjelaskan latar belakang penulisan bukunya.
Sementara itu, Muhammad Ibnu Fisabililah menyampaikan bahwa pendalaman materi dalam buku tersebut memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai ancaman nirtembak (non-military threat) yang dinilai perlu mendapat perhatian serius oleh Indonesia.
Diskusi tersebut juga membuka wawasan mengenai pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi berbagai perkembangan dan dinamika global, khususnya yang berkaitan dengan politik, teknologi, informasi, serta ketahanan nasional.
Poin-Poin Utama dalam Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan
Buku karya Dharma Pongrekun menawarkan perspektif mengenai pentingnya berpikir kritis dalam membaca dinamika zaman. Sejumlah pokok pemikiran yang dibahas antara lain:
1. Anatomi Rekayasa Global dan Penguasaan Informasi
Buku ini membahas bagaimana berbagai isu global, mulai dari krisis kesehatan, ekonomi, hingga perubahan iklim, dapat dipengaruhi dan dimanfaatkan sebagai instrumen pembentukan opini maupun kendali sosial.
Dalam perspektif yang dikemukakan, penguasaan arus informasi dan media massa memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik secara luas. Karena itu, masyarakat dinilai perlu memiliki kemampuan literasi dan berpikir kritis agar tidak mudah menerima informasi secara mentah.
2. Ancaman Kolonialisme Gaya Baru (Neokolonialisme)
Penjajahan modern tidak selalu hadir melalui kekuatan militer atau senjata fisik. Perspektif yang dibahas dalam buku tersebut menyoroti bahwa ketergantungan ekonomi, regulasi internasional, serta penguasaan sistem digital dapat menciptakan bentuk ketergantungan baru yang berpotensi memengaruhi kedaulatan kebijakan suatu negara.
3. Pentingnya Kedaulatan Digital dan Data Nasional
Penguasaan data pribadi dan arus informasi warga negara menjadi salah satu isu strategis di era digital. Oleh karena itu, penguatan keamanan siber, perlindungan data, serta pembangunan sistem digital nasional dinilai penting untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.
Kedaulatan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga dengan kemampuan negara dalam melindungi data, infrastruktur digital, dan kepentingan masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
4. Menjaga Jati Diri Bangsa melalui Kekuatan Adab
Sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan tersebut, buku ini menekankan pentingnya kembali pada akar budaya, nilai-nilai luhur Pancasila, serta penguatan adab.
Nilai moral dan spiritual dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan mental masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan perubahan global.
Mendorong Generasi Muda yang Kritis
Melalui diskusi dan pendalaman buku Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan di Cafe Pelangi, Jakarta Pusat, diharapkan kesadaran kritis masyarakat terhadap isu geopolitik, teknologi, informasi, dan ketahanan nasional dapat terus ditingkatkan.
Pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai tantangan global juga diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, tidak mudah terprovokasi, serta memiliki ketangguhan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Diskusi semacam ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mendorong generasi muda agar mampu membaca berbagai perubahan global secara lebih objektif dan bertanggung jawab.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































