Tulungagung – Produktivitas mahasiswa semester akhir dalam bidang akademik tidak hanya ditunjukkan melalui aktivitas perkuliahan, tetapi juga melalui upaya melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan. Dalam proses tersebut, setiap mahasiswa memiliki cara dan ritme belajar masing-masing untuk mencapai tujuan akademiknya. Salah satu pengalaman tersebut datang dari Muhammad Zulfa Isnaini, atau yang akrab disapa Zulfan, mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa semester akhir, Zulfan mampu mengembangkan minatnya dalam bidang penelitian hingga menghasilkan karya ilmiah berjudul “Exploring Environmental Character through Elementary Students’ Lived Experiences in the Adiwiyata Program.” Artikel tersebut terindeks SINTA 4 dalam jurnal Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian yang dilakukan mengangkat isu pendidikan karakter lingkungan pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan penelitian kualitatif.
Penelitian tersebut berupaya mengeksplorasi pengalaman nyata siswa dengan adanya Program Adiwiyata di sekolah dasar, khususnya berkaitan dengan pembentukan karakter peduli lingkungan. Pendekatan kualitatif dipilih karena memberikan ruang bagi peneliti untuk menggali pengalaman, pandangan, serta pemaknaan siswa secara lebih mendalam.
Dalam proses pengolahan data, Zulfan memanfaatkan NVivo sebagai alat bantu dalam analisis data kualitatif. NVivo adalah perangkat lunak yang membantu peneliti melakukan analisis data kualitatif secara lebih sistematis dan efisien. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu proses pengodean (coding), mengorganisasikan data, serta memvisualisasikan temuan secara sistematis. Meski demikian, Zulfan menegaskan bahwa penggunaan perangkat lunak tersebut tidak menjadikan NVivo sebagai pihak yang menentukan hasil penelitian. Peneliti tetap menjadi kunci utama dalam memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan data.
“NVivo saya gunakan sebagai alat bantu untuk membuat proses pengolahan data lebih sistematis. Mulai dari coding, mengelompokkan data, sampai melihat keterkaitan antartema. Tetapi yang menentukan makna dari data tetap peneliti,” ungkap Zulfan.
Menurutnya, teknologi dalam penelitian dimanfaatkan untuk membantu peneliti bekerja secara lebih terstruktur, bukan menggantikan kemampuan peneliti dalam berpikir kritis. Data yang telah diolah melalui NVivo tetap membutuhkan pemahaman terhadap konteks penelitian, interpretasi, serta penalaran dari peneliti untuk menghasilkan temuan yang bermakna.
Selain strategi dalam mengolah data, manajemen waktu menjadi bagian penting perjalanan Zulfan dalam menyelesaikan penelitian yang menjadi syarat tugas akhir. Ia memilih untuk tidak membiasakan begadang ketika mengerjakan skripsi maupun jurnal. Alih-alih menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam, Zulfan lebih memilih memanfaatkan waktu pagi dengan cara bangun yang lebih awal untuk membaca literatur, mengolah data, menulis, maupun melakukan revisi terhadap naskah penelitian.
Ditengah padatnya jadwal kerja, kuliah, dan menjalankan tugas mahasiswa semester akhir. Mengerjakan skripsi maupun jurnal di pagi hari cenderung efektif karena setelah tidur yang cukup, otak berada dalam kondisi lebih segar dan fokus. Kemampuan konsentrasi, mengingat informasi, serta berpikir dan memecahkan masalah lebih optimal sehingga tugas dapat dikerjakan dengan lebih tenang dan produktif.
Dari pengalaman tersebut, Zulfan menilai bahwa setiap mahasiswa memiliki strategi belajar yang berbeda. Tidak ada satu pola yang harus diterapkan oleh semua orang. Namun, menurutnya, mahasiswa dapat mencoba menemukan waktu belajar yang paling sesuai dengan kondisi dan produktivitas masing-masing.
Pengalaman Zulfan menunjukkan bahwa produktivitas dalam penelitian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga dengan konsistensi, manajemen waktu, serta kemampuan menjaga keseimbangan aktivitas.
Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, pengalaman Zulfan menjadi gambaran bahwa proses penelitian dapat dijalani secara lebih teratur tanpa harus selalu mengandalkan sistem kebut semalam. Menjaga waktu istirahat, memanfaatkan waktu produktif, dan mengerjakan penelitian secara konsisten menjadi strategi yang ia pilih untuk menyelesaikan proses akademiknya dengan lebih tenang, terarah, dan selesai tepat waktu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































