MAJALENGKA – Perayaan Hari Jadi Humas Polri ke-75 di Kabupaten Majalengka bukan sekadar seremoni potong tumpeng dan foto bersama. Di balik suasana hangat dan penuh keakraban, terselip pesan penting tentang kepercayaan, keterbukaan, dan hubungan antara kepolisian dengan insan pers.
Pesan itu mengemuka dalam silaturahmi Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldi Sulaiman bersama wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Polres Majalengka, Jumat (30/10/2026), di Cafe 99 Cibatu, Kecamatan Majalengka.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar mitra strategis kepolisian, tetapi sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
“Bagi kami, rekan-rekan media bukan hanya sebatas mitra strategis, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga. Wartawan adalah saudara. Karena itu, komunikasi, kebersamaan, dan sinergi harus terus kita jaga,” ungkap Kapolres.
Pernyataan itu membawa pesan bahwa hubungan polisi dan pers tidak semestinya berhenti pada urusan publikasi. Lebih dari itu, diperlukan komunikasi yang sehat, saling menghargai, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kapolres juga menyadari pentingnya peran media dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan kinerja kepolisian kepada publik.
“Media memiliki peran yang sangat penting. Apa yang kami kerjakan perlu diketahui masyarakat. Kami berharap hubungan baik ini terus terpelihara. Jika ada kendala atau persoalan dalam komunikasi, mari kita selesaikan bersama melalui dialog dan keterbukaan,” tambahnya.
Dalam dunia jurnalistik, keterbukaan menjadi salah satu fondasi penting. Sebab, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan wartawan harus tetap memberi ruang bagi konfirmasi, pertanyaan, maupun kritik.
Guyuran Air dan Tumpeng Warnai Perayaan
Suasana HUT Humas Polri ke-75 semakin semarak ketika Kapolres memberikan guyuran air secara simbolis kepada jajaran Humas Polres Majalengka, mulai dari Kasi Humas AKP Yayan Suripna hingga personel di jajarannya.
Momen tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Humas Polri sekaligus capaian prestasi jajaran Humas Polres Majalengka di tingkat Polda Jawa Barat.
Kehangatan berlanjut dalam prosesi pemotongan tumpeng. Kapolres bahkan menyuapi Kasi Humas AKP Yayan Suripna. Pemandangan sederhana itu menggambarkan kedekatan, penghargaan, dan kekompakan dalam keluarga besar Polres Majalengka.
Namun, makna perayaan tidak hanya terletak pada simbol kebersamaan tersebut. Keberhasilan kehumasan juga membutuhkan kerja kolektif, koordinasi, dan dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Majalengka AKP Yayan Suripna menyampaikan apresiasi kepada seluruh wartawan atas dukungan dan kontribusinya selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers atas dukungan, kebersamaan, dan waktu yang selama ini diberikan untuk membantu tugas-tugas kehumasan Polres Majalengka,” tutur Yayan.
Ia juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam komunikasi maupun interaksi dengan awak media.
“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam berkomunikasi maupun berinteraksi dengan rekan-rekan media. Untuk itu, kami memohon maaf. Harapan kami, hubungan kebersamaan ini semakin erat dan sinergi antara Polri dengan insan pers terus terjaga,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kompol Ngadiman, Kasat Reskrim AKP Udiyanto, Kanit Intel IPTU Asep Hendra Mulyana, sejumlah pejabat utama Polres Majalengka, Kapolsek Majalengka, serta para awak media.
Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri”, peringatan HUT Humas Polri ke-75 ditutup dengan penyampaian ucapan selamat dan sesi foto bersama.
Persaudaraan Harus Berjalan Bersama Independensi
Di akhir kegiatan, Agitz, salah satu jurnalis daring, turut menyampaikan pandangannya mengenai makna kemitraan antara kepolisian dan insan pers.
Menurutnya, wartawan boleh bersahabat dengan siapa saja, tetapi independensinya tidak boleh tergadai oleh kedekatan. Kemitraan bukan berarti harus selalu sependapat, apalagi menutup ruang kritik.
“Justru hubungan yang sehat harus memberikan ruang bagi pers untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, termasuk mengajukan pertanyaan tajam, melakukan konfirmasi, dan mengungkap persoalan yang menjadi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sebab, pers bukan sekadar penyampai kabar baik, melainkan juga pengawal fakta dan jembatan aspirasi publik.
Pada akhirnya, reputasi institusi tidak cukup dibangun melalui seremoni dan publikasi positif. Kepercayaan masyarakat tumbuh dari pelayanan nyata, keterbukaan informasi, serta kesediaan menerima kritik.
HUT Humas Polri ke-75 di Majalengka pun menjadi pengingat bahwa persaudaraan dan kemitraan harus tumbuh bersama profesionalisme. ** (Agit)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































