JAKARTA – Perkembangan teknologi digital terus mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, belajar, hingga menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kehadiran kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, komputasi awan, dan otomatisasi menjadi bagian dari perubahan menuju Industri 4.0 yang semakin memperkuat keterhubungan antara manusia, mesin, dan sistem digital.
Industri 4.0 ditandai dengan pemanfaatan teknologi cerdas dalam berbagai sektor. Proses produksi yang sebelumnya banyak bergantung pada tenaga manusia kini mulai didukung sistem otomatis yang mampu mengolah data, mengenali pola, serta membantu pengambilan keputusan. Perubahan tersebut membuat teknologi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem kerja dan kehidupan modern.
Perkembangan tersebut kemudian mengarah pada konsep Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat pemanfaatan teknologi. Jika Industri 4.0 lebih banyak menekankan integrasi teknologi dalam proses industri, Society 5.0 membawa gagasan agar teknologi digunakan untuk menyelesaikan persoalan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup manusia.
Konsep Society 5.0 menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan kecanggihan perangkat atau kecepatan sistem. Teknologi perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, transportasi, pelayanan publik, hingga pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, kemajuan digital diharapkan berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan.
Dalam perspektif Estetika Humanisme, perkembangan tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Kemajuan teknologi perlu diimbangi kemampuan manusia untuk tetap mempertahankan empati, tanggung jawab, kesadaran diri, dan kemampuan membangun hubungan sosial. Teknologi yang semakin cerdas tidak akan memberikan manfaat optimal apabila manusia kehilangan kemampuan untuk menggunakan kecerdasan tersebut secara bijaksana.
Perubahan dunia kerja menjadi salah satu dampak yang paling terasa dari perkembangan Industri 4.0. Otomatisasi dapat mengambil alih sejumlah pekerjaan yang bersifat rutin, sementara kebutuhan terhadap kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat manusia dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan juga menghadirkan persoalan baru mengenai batas antara kemampuan manusia dan mesin. Kemudahan memperoleh informasi serta menghasilkan berbagai bentuk konten melalui teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan untuk memeriksa kebenaran informasi, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan. Literasi digital karena itu menjadi bagian penting dalam menghadapi masyarakat yang semakin terdigitalisasi.
Perkembangan teknologi juga dapat memengaruhi hubungan sosial. Interaksi yang sebelumnya berlangsung secara langsung kini semakin banyak dilakukan melalui ruang digital. Teknologi memang mempermudah manusia untuk terhubung tanpa batas geografis, tetapi penggunaan yang tidak seimbang dapat membuat hubungan sosial menjadi lebih dangkal apabila tidak disertai kesadaran untuk tetap membangun komunikasi dan empati secara nyata.
Karena itu, penerapan Society 5.0 membutuhkan keseimbangan antara kecakapan teknologi dan human literacy. Manusia tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami kapan teknologi digunakan, untuk tujuan apa, serta bagaimana penggunaannya dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Prinsip tersebut menjadi penting agar teknologi tidak berkembang tanpa arah dan justru menciptakan persoalan baru bagi masyarakat.
Pada akhirnya, Industri 4.0 dan Society 5.0 bukan hanya berbicara mengenai mesin pintar, kecerdasan buatan, atau sistem digital yang semakin maju. Perkembangan tersebut juga menjadi tantangan bagi manusia untuk mempertahankan nilai kemanusiaan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Dengan menggabungkan kemampuan digital, pemikiran kritis, kreativitas, empati, dan tanggung jawab sosial, perkembangan teknologi dapat diarahkan bukan sekadar untuk menciptakan masyarakat yang semakin canggih, tetapi juga kehidupan yang semakin manusiawi.
Penulis: Shafnat Fu’aini – Universitas Siber Asia
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































