Siaran Berita, Smarinda, (7/5/2026) – Dunia olahraga bela diri sering melahirkan sosok-sosok yang tumbuh melalui proses panjang, latihan keras, serta perjalanan yang penuh ketekunan. Nama besar tidak terbentuk hanya melalui kemenangan dalam kompetisi, melainkan melalui konsistensi menjaga semangat, kedisiplinan, serta kesediaan mengabdikan diri bagi perkembangan olahraga itu sendiri. Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang memiliki figur penting dalam perkembangan Shorinji Kempo melalui perjalanan panjang seorang atlet bernama Iwan Setiawan atau yang lebih dikenal sebagai Senpai Iwan.
Iwan Setiawan, yang akrab dikenal sebagai Senpai Iwan, merupakan atlet sekaligus tokoh Shorinji Kempo asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang dikenal luas melalui dedikasi panjangnya terhadap olahraga bela diri. Lahir pada 29 Januari 1975, perjalanan hidup Senpai Iwan tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan medali, tetapi juga tentang pembentukan karakter, penguatan mental, serta pengabdian terhadap dunia olahraga. Nama Senpai Iwan tumbuh sebagai salah satu figur yang cukup berpengaruh dalam lingkungan Shorinji Kempo Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, berkat konsistensi menjaga kualitas latihan serta keterlibatannya dalam pembinaan atlet muda. Kiprahnya dikenal luas karena mampu memadukan ketegasan seorang atlet dengan semangat pembinaan yang kuat. Sosoknya juga identik dengan filosofi Shorinji Kempo yang menekankan keseimbangan antara kekuatan fisik, pengendalian diri, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Perjalanan mengenal dunia bela diri dimulai sejak usia muda. Ketertarikan terhadap olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik dan mental tersebut perlahan membentuk arah hidupnya. Sebelum benar-benar menekuni Shorinji Kempo, Senpai Iwan lebih dahulu mencoba beberapa cabang bela diri lain sebagai bagian dari proses pencarian kemampuan yang paling sesuai dengan karakter dirinya. Taekwondo menjadi salah satu cabang pertama yang pernah ia pelajari. Meski tidak berlangsung dalam waktu yang panjang, pengalaman tersebut memberikan dasar penting terhadap pengembangan refleks, kecepatan, serta ketahanan fisik. Ketertarikannya terhadap bela diri kemudian terus berkembang dan membawanya menuju dunia karate.

Karate menjadi fase yang cukup penting dalam perjalanan awalnya. Melalui cabang bela diri tersebut, Senpai Iwan mulai memahami pentingnya disiplin, fokus, dan kontrol diri dalam setiap latihan. Proses latihan yang dijalani secara serius membawanya berhasil mencapai tingkat sabuk biru, sebuah pencapaian yang memperlihatkan ketekunan dan komitmennya terhadap dunia bela diri. Namun, perjalanan tersebut sempat mengalami jeda seiring meningkatnya kesibukan pendidikan serta aktivitas akademik. Momentum baru hadir ketika dirinya memasuki masa perkuliahan pada Universitas Mulawarman dengan mengambil bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lingkungan kampus menjadi ruang yang mempertemukannya dengan Shorinji Kempo melalui aktivitas organisasi mahasiswa. Ketertarikan mulai tumbuh ketika melihat rekan-rekan kampus aktif sebagai atlet kempo. Rasa penasaran terhadap teknik dan filosofi bela diri tersebut akhirnya membawa dirinya bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Shorinji Kempo Universitas Mulawarman pada tahun 1997.
Awal perjalanan dalam Shorinji Kempo dijalani melalui latihan rutin yang penuh kedisiplinan. Intensitas latihan yang tinggi membentuk ketahanan fisik sekaligus memperkuat mental bertanding. Kesungguhan yang diperlihatkan selama masa latihan perlahan mulai membuahkan hasil ketika Senpai Iwan berhasil mengikuti Kejuaraan Antar Dojo pertamanya pada tahun 1998. Pengalaman tersebut menjadi titik penting yang membuka jalan panjang menuju dunia kompetisi yang lebih besar. Kemampuan teknik yang terus berkembang membuat namanya mulai dikenal dalam lingkungan Shorinji Kempo Kalimantan Timur. Senpai Iwan dikenal memiliki karakter bertanding yang kuat, disiplin tinggi, serta penguasaan teknik yang matang. Penguasaan terhadap waza, embu beregu, embu campuran, hingga randori memperlihatkan kualitasnya sebagai atlet yang memahami Shorinji Kempo secara menyeluruh, bukan sekadar olahraga fisik semata.

Perjalanan kariernya semakin aktif sejak tahun 2004 melalui Dojo Universitas Mulawarman. Fase tersebut menjadi periode penting dalam pengembangan kemampuan serta peningkatan intensitas kompetisi yang diikutinya. Konsistensi latihan dan semangat bertanding yang tinggi perlahan membawa dirinya menjadi salah satu atlet yang cukup diperhitungkan dalam dunia Shorinji Kempo nasional. Pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya hadir ketika memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan Shorinji Kempo pada Jepang tahun 2007. Kesempatan tersebut menjadi pencapaian penting yang tidak hanya memperluas kemampuan teknik, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap filosofi asli Shorinji Kempo. Pengalaman belajar langsung pada negara asal bela diri tersebut memberikan wawasan baru mengenai nilai kedisiplinan, pengendalian diri, serta semangat persaudaraan yang menjadi dasar utama Shorinji Kempo.
Prestasi demi prestasi kemudian berhasil diraih melalui proses panjang yang penuh konsistensi. Senpai Iwan berhasil meraih Juara 1 Medali Emas pada Pekan Olahraga Nasional tahun 2008, sebuah pencapaian besar yang memperlihatkan kualitasnya sebagai atlet tingkat nasional. Prestasi tersebut diperkuat melalui raihan Juara 1 Medali Emas pada Pekan Olahraga Provinsi Bontang tahun 2010 serta Juara 1 Medali Emas pada Pekan Olahraga Daerah Balikpapan tahun 2002. Berbagai penghargaan lain pada tingkat daerah maupun nasional turut mempertegas kiprahnya sebagai salah satu atlet berprestasi asal Kalimantan Timur. Perjalanan panjang tersebut tidak berhenti hanya sebagai atlet. Senpai Iwan juga aktif dalam pembinaan generasi muda serta pengembangan organisasi olahraga. Keterlibatannya dalam kepengurusan olahraga melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap perkembangan dunia olahraga secara lebih luas, khususnya pada cabang Shorinji Kempo.
Konsistensi pengabdian yang terus dijaga hingga saat ini menjadikan Senpai Iwan sebagai figur inspiratif bagi banyak atlet muda. Ketegasan, disiplin, sportivitas, serta semangat pantang menyerah menjadi nilai yang terus melekat dalam perjalanan panjangnya. Sosoknya memperlihatkan bahwa olahraga bela diri bukan hanya tentang kemenangan dalam pertandingan, melainkan tentang bagaimana membentuk karakter, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































