Palembang — Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Imam Bonjol Padang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Pada ajang bergengsi 6th International Seminar on Da’wah (ISOD VI) yang digelar di UIN Raden Fatah Palembang, Dekan dan sejumlah dosen FDIK tampil sebagai pemateri dalam forum ilmiah internasional yang mempertemukan para akademisi dan pakar dakwah dari Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan seminar internasional bertema ” Dakwah Serantau Dalam Era Digital” tersebut menjadi wadah strategis memperkuat sinergi dakwah lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Malaysia, dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Kehadiran delegasi FDIK UIN Imam Bonjol Padang dalam forum ilmiah internasional ini menjadi bukti nyata bahwa kampus dakwah di Ranah Minang terus bergerak maju dan mampu bersaing di tingkat global. Tidak hanya hadir sebagai peserta, namun tampil sebagai narasumber yang membawa gagasan, pemikiran, dan inovasi dakwah kontemporer.
Dekan FDIK UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Murisal, S.Ag., M.Pd tampil sebagai pemateri dengan tema “Gambaran Psikologis Da’i Berdakwah Pada Era Digital.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan mental, emosional, dan spiritual para da’i dalam menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat modern yang semakin dipengaruhi media digital.
Materi yang disampaikan Dekan FDIK tersebut mendapat perhatian luas dari peserta seminar karena dianggap sangat relevan dengan kondisi dakwah masa kini. Era digital tidak hanya menghadirkan peluang besar dalam penyebaran syiar Islam, tetapi juga melahirkan tantangan psikologis baru bagi para pendakwah dalam menjaga integritas, kesabaran, dan hikmah dakwah.
Selain Dekan, dosen FDIK UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Yunus, juga tampil membawakan makalah berjudul “Revitalisasi Peradaban Dakwah Kontemporer: Inovasi, Kepemimpinan, dan Teknologi Digital dalam Memperluas Syiar Islam Nusantara.”
Dalam presentasinya, Muhammad Yunus menegaskan bahwa dakwah masa depan harus mampu memadukan nilai keislaman dengan inovasi teknologi dan kepemimpinan yang adaptif. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya dilakukan secara konvensional, namun perlu hadir dalam ruang digital dengan pendekatan kreatif, edukatif, dan humanis agar mampu menjangkau generasi muda.
Tidak hanya itu, keikutsertaan dosen senior FDIK, Prof. Drs. Sabiruddin, MA., Ph.D turut memperkaya kontribusi akademik FDIK dalam seminar internasional tersebut. Keduanya mengangkat tema tentang “Surau Tinggi Calau: Tinjauan Sejarah dan Potensi Pengembangannya Sebagai Pusat Pendidikan dan Wisata Religi di Kabupaten Sijunjung.”
Kajian tersebut menjadi sangat menarik karena mengangkat warisan dakwah dan pendidikan Islam Minangkabau yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Surau bukan hanya menjadi tempat ibadah, namun juga pusat pembinaan karakter, pendidikan umat, dan penguatan budaya Islam Nusantara.
Sementara itu, dosen FDIK lainnya, Nazirman, turut membawakan gagasan tentang “Analisis Kebutuhan Gen-Z terhadap Model Dakwah Terapeutik dalam Menyikapi Tantangan Global.” Kajian ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya pendekatan dakwah yang mampu menyentuh aspek psikologis dan emosional generasi muda.
Partisipasi aktif para dosen FDIK dalam ISOD VI menunjukkan bahwa tradisi intelektual dan dakwah akademik di UIN Imam Bonjol Padang terus berkembang secara progresif. Kehadiran mereka tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga membawa semangat dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin dari Ranah Minang ke panggung internasional.
Seminar internasional ini sendiri diselenggarakan atas kerja sama Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan Universiti Kebangsaan Malaysia dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang sebagai bentuk penguatan jaringan dakwah serumpun Malaysia–Indonesia di era digital.
Keikutsertaan FDIK UIN Imam Bonjol Padang dalam forum ilmiah internasional ini juga menjadi motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas akademik, kemampuan komunikasi, dan wawasan global. Dunia dakwah saat ini membutuhkan generasi yang tidak hanya alim secara keilmuan, tetapi juga cakap dalam teknologi, komunikasi, dan kepemimpinan.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar FDIK UIN Imam Bonjol Padang. Di bawah kepemimpinan Dr. Murisal, S.Ag., M.Pd, FDIK UIN Imam Bonjol Padang terus menunjukkan transformasi menuju fakultas dakwah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional.
Semangat kolaborasi ilmiah yang terbangun dalam ISOD VI diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru dalam pengembangan dakwah modern yang lebih bijaksana, inklusif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat global. Dakwah bukan lagi sekadar ceramah di mimbar, tetapi menjadi gerakan intelektual dan sosial yang mampu memberi solusi atas berbagai persoalan umat.
Keberhasilan Dekan dan dosen FDIK tampil di seminar internasional ini menjadi pesan optimisme bahwa anak bangsa dari kampus Islam di Sumatera Barat mampu berdiri sejajar dengan akademisi dunia. Dengan ilmu, integritas, dan semangat dakwah, FDIK UIN Imam Bonjol Padang terus melangkah menebarkan cahaya Islam yang moderat, cerdas, dan penuh inspirasi
bagi dunia.
By. Muhammad Yunus
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































