Padang, 19 November 2025. Departemen Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang, menyelenggarakan General Lecture internasional dengan menghadirkan narasumber dari Kazakhstan, Prof. Zhanatbek Ishpekbayev, seorang Kandidat Ilmu Politik, Profesor, dan Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Kazakhstan dari Abai Kazakh National Pedagogical University. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang FIS UNP dan diikuti oleh para dosen serta sivitas akademika Departemen IAI.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, Kerja Sama dan Umum FIS, Bapak Dr. Arie Yulfa,S.T., M.Sc yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis Departemen IAI dalam memperkuat hubungan akademik internasional serta memperluas wawasan global terkait perkembangan Islam. Selanjutnya, Kepala Departemen Ilmu Agama Islam, Dr. Alfurqan, S.Ag., M.Ag., memberikan sambutan serta apresiasi atas partisipasi narasumber. Beliau menegaskan bahwa kajian mengenai perkembangan Islam di berbagai kawasan dunia sangat penting untuk meningkatkan kapasitas akademik dosen dan memperkuat kurikulum Pendidikan Agama Islam yang lebih komprehensif dan berperspektif global.
Dalam sesi utama, Prof. Ishpekbayev menyampaikan materi berjudul: “Islam as a Spiritual and Cultural Phenomenon within Central Asia.” Ia menguraikan sejarah panjang perkembangan Islam di Asia Tengah, mulai dari penyebaran awal pada abad ke-7 hingga 8, peran Dinasti Samanid dan Karakhanid, hingga berkembangnya pusat-pusat intelektual seperti Samarkand, Bukhara, dan Otyrar. Narasumber juga menyoroti kontribusi besar tradisi sufi, khususnya ajaran Khoja Ahmed Yasawi, yang dianggap mampu memperhalus karakter sosial, memperkuat spiritualitas, serta menyatukan berbagai kelompok masyarakat di wilayah tersebut. Beliau menjelaskan bahwa Islam di Asia Tengah berkembang harmonis dengan adat dan budaya lokal sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai “Islam Kultural”.
Dalam pembahasan sejarah modern, Prof. Ishpekbayev menjelaskan bagaimana praktik keagamaan tetap bertahan di tengah tekanan rezim Rusia dan Soviet. Setelah runtuhnya Uni Soviet, terjadi revitalisasi besar-besaran dalam kehidupan keagamaan melalui pembangunan masjid, lembaga pendidikan, dan penguatan kembali identitas keislaman. Menutup pemaparannya, Prof. Ishpekbayev menyampaikan pesan kepada para akademisi Departemen IAI:“Kajian Islam akan semakin kuat apabila dibangun melalui perspektif perbandingan lintas budaya. Asia Tengah memberikan contoh bagaimana Islam menjadi fondasi peradaban, moralitas, dan identitas masyarakat.”
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang mendapatkan respons positif dari para peserta. Para dosen menyatakan bahwa wawasan yang diberikan sangat membuka perspektif baru mengenai dinamika Islam global.
Pada penutupan acara, pihak Departemen Ilmu Agama Islam FIS UNP menyampaikan harapan agar kerja sama akademik dengan Abai Kazakh National Pedagogical University dapat ditingkatkan. Departemen IAI juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal menuju rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Negeri Padang dengan Abai Kazakh National Pedagogical University sebagai bentuk penguatan kolaborasi internasional, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































