Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga Desa Sugihwaras, khususnya di Dusun Pengkol, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa timur, mengeluhkan adanya permintaan iuran sebesar Rp200 ribu dari RT setempat kepada semua warga tiap rumah. Informasi tersebut pertama kali mencuat setelah ada warga yang berbagi informasi kepada awak media.
Menurut informasinya ketua RT setempat meminta sumbangan dari para warga setiap rumah dengan nominal mencapai Rp200 ribu. Hal ini memicu polemik di kalangan warga yang mengaku keberatan atas jumlah yang dinilai tidak wajar dan memberatkan.
“Sangat memberatkan nominal Rp200 ribu itu apalagi disamaratakan ke semua warga dan juga tidak normal sampai segitu untuk acara dangdutan elekton (orgen tunggal), kurang bermanfaat juga, harusnya buat acara lain yang lebih bermanfaat” ujar MZ seorang warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media bahwa dana tersebut akan digunakan untuk acara Electone (orgen tunggal) menghadirkan biduan artis musik dangdut yang rencana digelar pada tanggal 23 Agustus 2025. Namun tidak semua warga setuju dengan acara tersebut karena dianggap kurang bermanfaat dan hanya dinikmati oleh segelintir orang tapi semua warga disuruh ikut menanggung biayanya.
Lebih lanjut jika tidak ikut membayar maka akan digunjing, dianggap pelit, bahkan ada potensi diintimidasi oleh yang pro acara tersebut. Inisiator dari acara tersebut yaitu ketua RT sendiri yang mengklaim mengatasnamakan kesepakatan warga yang katanya sudah dimusyawarahkan, padahal hanya kesepakatan segelintir orang saja.
“Kalau ingin mengadakan acara sesuai minat dan kesenangannya sendiri ya harusnya minimal modal sendiri bersama yang sepakat tersebut mas, atau carilah sponsor, bukan malah dibebankan ke semua warga apalagi tidak semua warga senang dengan acara tersebut (orgen tunggal dangdut)”. Ujar KS warga lain yang juga ikut bersuara.
Sampai berita ini diturunkan masih belum ada konfirmasi dari aparatur lingkungan setempat baik RT, kepala dusun, maupun kepala desa.
Pemerintah daerah setempat pun diimbau untuk turun langsung mengevaluasi sistem penggalangan dana masyarakat dalam kegiatan seperti perayaan hari besar nasional agar tetap inklusif dan tidak menyulitkan warga.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































