Makassar, 10 Agustus 2025 — Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan ritel di Indonesia, AMarkets bersama SM Academy menggelar seminar offline di Hotel Mercure Makassar pada Selasa, dengan fokus mengatasi kesenjangan pengetahuan yang kerap membuat trader individu rentan terhadap risiko tinggi.
Dalam tiga tahun terakhir, partisipasi ritel di pasar forex, komoditas, dan indeks berkembang pesat di luar pusat-pusat ekonomi utama, didorong oleh kemudahan akses platform trading berbasis ponsel dan meningkatnya minat masyarakat terhadap sumber penghasilan alternatif. Namun, pengamat industri menilai laju pertumbuhan tersebut sering kali tidak sebanding dengan kemampuan teknis dan manajemen risiko yang dimiliki trader, terutama di wilayah yang minim pelatihan formal.
Seminar ini membahas dasar-dasar mekanisme pasar, teknik manajemen risiko yang praktis, serta demonstrasi langsung penggunaan platform trading. Penyelenggara menegaskan bahwa program ini bukan ajang promosi produk tertentu, melainkan upaya membangun disiplin trading jangka panjang.
“Banyak trader masuk ke pasar hanya bermodal informasi dari media sosial atau sumber yang tidak terverifikasi,” ujar Partnership Manager AMarkets. “Tanpa edukasi yang tepat, hal ini sering berujung pada kerugian yang sebenarnya bisa dihindari. Kami ingin membekali mereka dengan pengetahuan untuk beroperasi secara terstruktur dan bertanggung jawab.”
Pelatih utama SM Academy menambahkan bahwa penggunaan leverage secara berlebihan, alokasi modal yang keliru, dan pengambilan keputusan emosional masih menjadi penyebab utama kerugian trader ritel. “Masalah ini bukan hanya terjadi di Makassar, tetapi juga di seluruh Indonesia. Dengan menghadirkan edukasi langsung ke komunitas lokal, kami berharap trader dapat membentuk kebiasaan yang lebih baik sejak awal,” ujarnya.
Pengamat industri mencatat bahwa meskipun perkembangan trading online telah membuka akses masyarakat ke pasar global, hal ini juga menuntut peningkatan pengawasan dan edukasi. Dalam konteks ini, inisiatif sektor swasta seperti seminar di Makassar dapat melengkapi program literasi keuangan publik, asalkan transparansi terjaga dan fokus pada perlindungan trader.
Acara diakhiri dengan sesi jejaring dan pembagian sertifikat, dengan ajakan bagi peserta untuk melanjutkan proses belajar melalui program terstruktur. Meski satu seminar belum dapat menutup seluruh kesenjangan pengetahuan, langkah ini menjadi kontribusi dalam mempersiapkan trader di daerah untuk menghadapi realitas pasar modern.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































