Banjarnegara, 21 Agustus 2026 — Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan program SIAGA DESA (Sistem Informasi & Aksi Gapura Evakuasi Desa) di Desa Legoksayem, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Program ini diwujudkan melalui pemasangan gapura evakuasi dan peta desa sebagai upaya mendukung kesiapsiagaan serta penyediaan informasi wilayah bagi masyarakat.
Program SIAGA DESA lahir dari kebutuhan masyarakat akan informasi kebencanaan dan kewilayahan yang mudah diakses. Desa Legoksayem, sebagaimana desa-desa lain di kawasan perbukitan Wanayasa, memiliki karakteristik geografis yang membuat kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting untuk terus disosialisasikan kepada warga. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan sarana informasi yang konkret dan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa.
Kegiatan pemasangan dilaksanakan di Balai Desa Legoksayem dengan melibatkan pemerintah desa. Kepala Desa Legoksayem, Wahyo, turut mendukung pelaksanaan program yang menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMP dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa ini menjadi salah satu kunci kelancaran pelaksanaan program, mengingat proses pemasangan gapura dan peta desa memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari perizinan lokasi hingga penentuan titik pemasangan yang strategis agar mudah dilihat dan diakses oleh warga maupun pengunjung dari luar desa.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN. Dengan adanya program kerja ini, diharapkan peta desa dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wahyo.
Ucapan terima kasih tersebut mencerminkan sambutan positif dari pemerintah desa terhadap kehadiran mahasiswa KKN UMP di Legoksayem. Menurutnya, kehadiran fasilitas informasi seperti peta desa dan gapura evakuasi bukan hanya pelengkap administratif semata, melainkan juga sarana penting yang dapat digunakan sehari-hari oleh warga, terutama dalam situasi darurat atau ketika membutuhkan orientasi wilayah dengan cepat.
Program SIAGA DESA dilaksanakan dengan membuat dan memasang peta Desa Legoksayem sebagai media informasi wilayah. Peta tersebut memberikan gambaran mengenai wilayah Desa Legoksayem sehingga dapat membantu masyarakat maupun pihak lain dalam mengenali kondisi dan pembagian wilayah desa. Selain memuat batas-batas administratif dan sebaran dusun, peta desa juga dirancang agar dapat menjadi acuan visual bagi warga baru, tamu, maupun instansi terkait yang membutuhkan gambaran cepat mengenai struktur wilayah Legoksayem.
Sementara itu, gapura evakuasi yang dipasang berfungsi sebagai penanda jalur maupun titik yang berkaitan dengan upaya kesiapsiagaan bencana di tingkat desa. Keberadaan gapura ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan, sekaligus menjadi identitas visual yang menegaskan komitmen Desa Legoksayem dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan masyarakat.
Ketua kelompok KKN UMP Desa Legoksayem menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa untuk menghadirkan fasilitas informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat di Desa Legoksayem,” ungkap Ketua Kelompok KKN.
Pernyataan tersebut menegaskan harapan besar mahasiswa agar hasil kerja keras selama masa KKN tidak berhenti sebatas seremonial pemasangan, tetapi benar-benar terintegrasi dalam kehidupan masyarakat desa. Harapan ini sejalan dengan semangat KKN sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, di mana ilmu dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Pelaksanaan program ini menjadi salah satu wujud nyata kegiatan KKN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam mengimplementasikan ilmu dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat. Sebanyak 11 mahasiswa KKN terlibat dalam proses persiapan hingga pemasangan hasil kegiatan di Balai Desa Legoksayem. Proses tersebut melibatkan berbagai tahapan, mulai dari survei lokasi, pengumpulan data wilayah, perancangan desain peta dan gapura, hingga proses produksi dan pemasangan di lapangan. Setiap tahapan dikerjakan secara bergotong royong oleh anggota kelompok, dengan pembagian tugas yang disesuaikan dengan kemampuan dan latar belakang keilmuan masing-masing mahasiswa.
Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menjadi salah satu kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan program SIAGA DESA. Mahasiswa dari berbagai program studi saling melengkapi, baik dalam hal pengolahan data spasial untuk pembuatan peta, desain visual gapura, maupun proses komunikasi dan koordinasi dengan perangkat desa. Sinergi semacam ini menunjukkan bagaimana KKN dapat menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian yang saling menguatkan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik langsung di tengah masyarakat.
Melalui program SIAGA DESA, mahasiswa berharap keberadaan peta desa dapat menjadi media informasi wilayah yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah Desa Legoksayem. Selain itu, gapura evakuasi yang telah terpasang diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga di masa-masa mendatang.
Program tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat sehingga hasil kegiatan KKN tidak hanya memberikan manfaat selama masa pelaksanaan, tetapi juga dapat digunakan oleh masyarakat Desa Legoksayem dalam jangka panjang. Pemeliharaan yang baik dari perangkat desa dan masyarakat setempat menjadi faktor penting agar peta desa dan gapura evakuasi tetap terjaga kondisinya dan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Keberhasilan program SIAGA DESA juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di sekitar Kecamatan Wanayasa untuk turut mengembangkan sarana informasi serupa. Dengan demikian, semangat kesiapsiagaan dan keterbukaan informasi wilayah tidak hanya berhenti di Desa Legoksayem, tetapi dapat menular dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan sekitarnya.
Bagi mahasiswa KKN UMP sendiri, program ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika kehidupan masyarakat desa serta cara membangun komunikasi dan kolaborasi yang efektif dengan pemerintah desa. Pengalaman tersebut diyakini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ke depannya, baik dalam kehidupan akademik maupun ketika kelak terjun langsung ke dunia kerja dan masyarakat yang lebih luas.
Kontributor: Tim KKN 071 Universitas Muhammadiyah Purwokerto Desa Legoksayem
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































