MALANG – Tugas lapangan mata kuliah Komunikasi Pariwisata yang diampu oleh Bapak Widiyatmo Ekoputro membawa penulis dengan dua temannya untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata yang cukup dikenal di Malang Raya, yaitu Taman Kemesraan. Tempat ini menawarkan perpaduan antara keindahan alam pegunungan dan sentuhan budaya Jawa yang kental. Penulis dan tim datang bukan hanya untuk menikmati suasana, tetapi juga untuk mengamati secara langsung bagaimana sebuah tempat wisata mengemas pengalaman bagi pengunjungnya.
Taman Kemesraan berlokasi di Jalan Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang, penulis dan tim menempuh perjalanan kurang lebih sekitar dua jam dengan kendaraan roda empat. Kondisi jalan tergolong baik dan beraspal mulus, sehingga cukup ramah untuk berbagai jenis kendaraan. Sepanjang perjalanan penulis dan tim disuguhi pemandangan hijau khas daerah pegunungan yang menyegarkan mata.
Sesampai di pintu masuk, penulis dan tim disambut oleh sebuah jembatan gantung kecil yang harus dilewati untuk memasuki area taman. Sensasi berjalan di atas jembatan sambil melihat aliran sungai di bawahnya menjadi pembuka petualangan yang cukup menarik sebelum benar benar menikmati isi taman.
Begitu masuk ke dalam kawasan, udara sejuk langsung terasa. Taman Kemesraan dikelilingi oleh pepohonan pinus yang rimbun, hamparan bunga yang tertata rapi, serta sebuah telaga kecil di tengah area yang menambah kesan asri dan tenang. Suasana ini sangat kontras dengan hiruk pikuk perkotaan, sehingga cocok untuk sekadar melepas penat atau menghabiskan waktu santai bersama teman dan keluarga.
Yang menarik, tempat ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam. Pengelola juga menghadirkan berbagai patung dan ornamen bernuansa Jawa di beberapa sudut taman. Salah satu yang paling ikonik adalah patung Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih, yang dalam mitologi Jawa dikenal sebagai simbol cinta dan keharmonisan. Dari sinilah konon nama “Taman Kemesraan” terinspirasi. Selain itu, ada pula patung Syiwa Sakti Ganesha dan gerbang berukir khas Jawa yang menambah nilai estetika sekaligus edukasi budaya bagi pengunjung.
Taman Kemesraan ternyata tidak hanya menyuguhkan pemandangan. Ada beberapa wahana yang bisa dicoba oleh pengunjung dari berbagai usia.
Bagi yang suka tantangan ringan, tersedia wahana ATV untuk menjelajahi area taman dengan cara berbeda. Ada juga sepeda listrik dan sepeda gantung yang melintasi kolam ikan, cukup seru dan menjadi favorit banyak pengunjung. Penulis dan tim sendiri sempat mencoba perahu ayun, yaitu perahu kecil yang bisa digerakkan sambil menyusuri kolam berbentuk lingkaran. Sambil mengayuh, penulis dan tim juga memberi makan ikan-ikan yang berenang di sekitar perahu. Pengalaman ini terasa santai dan menyenangkan.
Untuk pengunjung yang ingin bersantai lebih lama, tersedia kolam renang alami dengan sumber mata air pegunungan. Airnya segar dan dingin, cocok untuk berenang atau sekadar bermain air. Ada pula kafe yang menyajikan berbagai makanan dan minuman, serta area camping ground yang tampaknya mulai diminati oleh pengunjung yang ingin menginap. Fasilitas penunjang juga tergolong lengkap. Tersedia tempat ibadah dari berbagai agama, toilet yang bersih, serta area parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan pengunjung.
Saat kami berkunjung pada hari biasa, suasana taman terasa nyaman dan tidak terlalu ramai. Kami bisa bergerak bebas dan menikmati setiap sudut tanpa terburu-buru. Harga tiket masuk yang kami bayarkan sekitar Rp30.000 per orang. Menurut kami, harga ini masih cukup terjangkau mengingat fasilitas yang ditawarkan, termasuk akses ke kolam renang dan welcome drink.
Dari eksplorasi penulis dan tim, Taman Kemesraan menawarkan lebih dari sekadar tempat untuk berfoto. Destinasi ini berhasil menggabungkan unsur alam yang sejuk, budaya Jawa yang khas, serta wahana rekreasi yang cukup variatif. Kami melihat tempat ini cocok untuk berbagai kalangan, keluarga, pasangan, maupun rombongan mahasiswa seperti kami yang sedang mencari bahan tugas lapangan.
Bagi Anda yang ingin mencari alternatif wisata di Malang dengan suasana berbeda, Taman Kemesraan bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Tidak perlu agenda khusus, cukup datang, menikmati udara segar, dan membiarkan waktu berjalan santai di sana.
Oleh : Nuraini Santika (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus Surabaya)
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Komunikasi Pariwisata yang di ampu Oleh Drs, Widiyatmo Ekoputro, Kelas R.
DAFTAR PUSTAKA
Wicaksana, Y. S. W. (2024, October 1). Taman Kemesraan Wisata Penghilang Penat di Malang. RADAR MALANG. https://radarmalang.jawapos.com/wisata kuliner/815148810/taman-kemesraan-wisata-penghilang-penat-di-malang?page=2
Azizah, N. L. (2024, April 11). Harga Tiket, Lokasi dan Jam buka: Taman Kemesraan Pujon Malang. KOMPAS.com. https://travel.kompas.com/read/2024/04/11/220500927/harga-tiket-lokasi-dan-jam buka–taman-kemesraan-pujon-malang
Nugroho, A. (2025, August 9). Taman Kemesraan di Pujon Kombinasikan Alam dan Kultur Jawa. RADAR MALANG. https://radarmalang.jawapos.com/kabupaten malang/816410819/taman-kemesraan-di-pujon-kombinasikan-alam-dan-kultur-jawa
Taman Kemesraan Malang menyajikan pemandangan asri dan romantis – Trans TV. (n.d.). https://www.transtv.co.id/. https://www.transtv.co.id/program/episode/19919/#google_vignette
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































