Kalau mahasiswa reguler Senin-Jumat kuliah diselingi kerja, kami mahasiswa Reguler Sabtu di Kampus Pusat UNPAM justru sebaliknya. Kami kerja diselingi kuliah. Senin sampai Jumat, kami jadi pekerja penuh. Ada yang jadi staf admin, guru honorer, kurir, barista, sampai CS online shop. Sabtu, seragam kerja diganti almamater biru UNPAM. Dari jam 07.40 sampai 15.30 kami duduk di kelas. Minggu jadi satu-satunya waktu untuk mengerjakan skripsi, mencuci baju, dan istirahat sebelum Senin kembali bekerja.
Saya sendiri sudah semester 7 di Kelas Reguler Sabtu Kampus Pusat. Sudah tiga tahun saya tidak menerima uang sepeser pun dari orang tua. SPP, kos, makan, bensin, sampai biaya print skripsi semuanya dari gaji sendiri. Banyak orang mengira kuliah Sabtu itu enak karena cuma seminggu sekali. Padahal, gaji yang didapat selama Senin-Jumat harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir bulan. Kalau tidak masuk kerja karena sakit, gaji bisa dipotong. Kalau Sabtu harus lembur, kuliah yang terganggu. Jadi, mau tidak mau harus pintar membagi waktu dan uang.
Masuk semester 7, kebutuhan juga semakin banyak. Bukan cuma pusing memikirkan judul skripsi, tetapi juga memikirkan uang untuk sidang. Print revisi, penelitian, transportasi, kuota, sampai biaya wisuda semuanya membutuhkan uang. Bimbingan pun sering harus dilakukan di sela-sela kuliah Sabtu. Sekali print revisi di fotokopian depan Kampus Pusat bisa menghabiskan puluhan sampai ratusan ribu rupiah. Ada teman yang harus menunggu gajian dulu baru bisa mencetak revisi. Saat uang sudah habis sementara tagihan tetap berjalan, paylater juga bisa menjadi godaan. Awalnya mungkin terasa membantu, tetapi kalau tidak dihitung baik-baik justru bisa menambah beban.
Saya akhirnya membuat cara sendiri untuk mengatur gaji. Saya menyebutnya Sistem Gaji Sabtu. Sekitar 50 persen gaji saya gunakan untuk kebutuhan Senin-Jumat, seperti kos, makan, dan bensin. Untuk makan, saya mengatur sekitar Rp25.000 sehari. Biasanya saya masak nasi sendiri di kos dan membeli lauk di warteg. Lalu 30 persen saya sisihkan untuk kebutuhan kampus. Uang ini khusus untuk cicilan SPP, biaya SKS, print skripsi, dan tabungan wisuda. Saya juga menghitung dari jauh hari. Kalau target sidang empat bulan lagi membutuhkan sekitar Rp5 juta, berarti setiap gajian harus ada uang yang langsung disisihkan.
Sisa 20 persen saya bagi lagi untuk kebutuhan skripsi dan kebutuhan pribadi. Sepuluh persen untuk fotokopi, jilid, kuota bimbingan, dan keperluan skripsi lainnya. Sepuluh persen untuk kebutuhan seperti vitamin dan hal-hal yang tidak terduga. Bagi kami yang bekerja sambil kuliah, menjaga kondisi badan juga penting. Kalau tumbang hari Jumat, Sabtu tidak bisa kuliah. Kalau belum pulih sampai Senin, pekerjaan juga bisa terganggu. Jadi, sakit sedikit saja bisa membuat semuanya ikut berantakan.
Sampai wisuda nanti, saya punya satu prinsip: tidak menggunakan paylater hanya untuk gaya. Baju sidang tidak harus baru, bisa pinjam. Foto wisuda tidak harus di studio mahal, bisa patungan dengan teman. Toga juga bisa sewa. Di kelas Reguler Sabtu, menurut saya, yang keren bukan yang datang membawa kendaraan mahal, tetapi yang tetap bisa datang dengan SPP lunas dan skripsi yang terus berjalan. Terima kasih untuk Universitas Pamulang yang sudah menyediakan Kelas Reguler Sabtu di Kampus Pusat. Kelas ini memberi kesempatan bagi kami yang bekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan. Sistem cicilan SPP dan jadwal bimbingan yang fleksibel juga sangat membantu.
Untuk teman-teman Reguler Sabtu Kampus Pusat yang sedang membaca tulisan ini di sela-sela jam istirahat kerja, sambil mengerjakan Bab 4 skripsi di HP, kita hampir sampai. Kita sudah melewati Senin sampai Jumat dengan bekerja, lalu Sabtu dengan kuliah. Capek pasti, tetapi semua itu sedang membawa kita menuju satu tujuan. Nanti akan ada waktunya nama kita dipanggil untuk sidang dan semua perjuangan ini terasa terbayar. Kita bukan cuma akan lulus sebagai sarjana, tetapi juga membawa cerita bahwa kita pernah bekerja keras dari Senin sampai Jumat, kuliah setiap Sabtu, dan tetap bertahan sampai akhirnya bisa menyelesaikan semuanya.
Penulis:
Sinta Dewi S
Universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































