BIAK – Merantau ke Papua, khususnya Kabupaten Biak Numfor, pada 2013 menjadi awal perjalanan James Fransiscus Yapari (46) dalam membangun usaha perdagangan. Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut memulai bisnis dari nol setelah usahanya di daerah asal mengalami keterpurukan. Dengan tekad untuk bangkit serta dukungan sang istri, Evi Sia Wijaya, James perlahan membangun usaha sembako hingga berkembang seperti sekarang.
Usaha tersebut dirintis dari sebuah tempat berukuran sekitar 3 x 3 meter di kawasan Dolog, Distrik Biak Kota. Melihat besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan sehari-hari, James memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan bisnisnya dengan modal awal di bawah Rp100 juta.
“Puji Tuhan, awal membangun usaha ini mulai dari nol. Lambat laun berkembang dan menjadi besar tentu butuh proses dan perjuangan. Bagaimana komitmen untuk usaha ini, bagaimana tetap tekun, fokus dan tidak tergoda untuk membuka usaha lain, serta yang terpenting adalah menjaga kepercayaan konsumen,” ujar Ko James, Kamis (5/11/2026).
Ia mengungkapkan, dalam menjalankan usaha sehari-hari, dirinya bersama sang istri terlibat langsung dalam mengelola toko dengan bantuan satu orang karyawan. Konsistensi dan kesungguhan menjadi hal yang terus dijaga agar usaha tetap berjalan.
“Setiap hari saya dan istri menjaga toko dengan hanya satu karyawan. Kami tekuni, kami jalani dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Seiring perkembangan bisnis, tantangan permodalan yang sempat dihadapi pada awal merintis usaha kini tidak lagi menjadi kendala utama. James mengaku mendapatkan dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kantor Cabang Biak untuk memenuhi kebutuhan permodalan dan menunjang kelancaran operasional usahanya.

“Peran BRI dengan layanan perbankannya, khususnya bantuan permodalan, penting karena membuka suatu usaha tentunya dibutuhkan modal sehingga kepastian modal sangat dibutuhkan kami,” ungkapnya.
Tidak hanya dari sisi permodalan, James dan keluarganya juga memanfaatkan berbagai layanan digital perbankan BRI, seperti BRImo dan Qlola by BRI. Kehadiran layanan tersebut dinilai mempermudah berbagai transaksi keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor bank.
“Selain membantu dari sisi permodalan, saya dan keluarga juga memanfaatkan layanan aplikasi BRI seperti BRImo dan juga Qlola by BRI. Ini sangat memudahkan kami, tidak lagi seperti dulu-dulu, saya atau istri harus ke bank melakukan pembayaran atau pengiriman uang dan transaksi perbankan lainnya,” jelasnya.
Setelah menjalankan bisnis sembako selama 12 tahun, Ko James mengaku bersyukur karena jangkauan konsumennya semakin luas. Pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Kota Biak, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Pulau Numfor, Supiori, hingga Waropen.
Dalam melayani pelanggan, James juga berupaya memberikan kemudahan, terutama bagi pemilik kios kecil yang baru merintis usaha dan memiliki keterbatasan modal. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah menyediakan sistem pembayaran setelah barang diterima atau pembayaran secara tempo.
“Kami memberi kemudahan khususnya konsumen yang baru merintis dengan kios-kios kecil dan modal terbatas. Kita membantu dengan pembayaran di belakang untuk barang-barang yang dibeli. Namun, ini juga tetap kita evaluasi sehingga tidak membuat kita merugi karena larinya konsumen dan tidak membayar barang-barang yang telah diambil,” tuturnya.
Ke depan, Ko James berharap usahanya dapat terus berkembang dan naik kelas seiring meningkatnya jumlah penjualan. Meski persaingan dalam bisnis perdagangan sembako semakin beragam, ia memilih untuk tetap konsisten menjaga kualitas pelayanan dan kepercayaan pelanggan.
Selain mengembangkan bisnis, ia juga berharap keberadaan usahanya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan serta kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian daerah.
“Saya berharap usaha ini bisa terus berkembang dan naik kelas dengan penjualan yang terus bertambah pula. Meski persaingan ada, kami jalani usaha ini dengan tetap fokus pada pelayanan, selain itu juga membuka lapangan pekerjaan dan turut mendukung perekonomian di daerah ini,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































