Suasana aula Pondok Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago terasa semakin khidmat ketika sambutan kedua dalam rangkaian Wisuda Tahfiz Al-Qur’an disampaikan oleh Pimpinan Pesantren, Al Ustadz Dr. Awaluddin Faj, M.Pd. Sambutan ini bukan sekadar rangkaian kata formal, melainkan sebuah manifesto nilai, refleksi perjalanan pesantren, dan amanah besar bagi para santri, orang tua, serta seluruh civitas pendidikan Primago.
Dengan mengawali sambutan menggunakan kalimat basmalah dan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau mengajak seluruh hadirin menyadari bahwa momen wisuda tahfiz bukanlah peristiwa biasa. Ia adalah peristiwa langit yang Allah izinkan turun ke bumi.
“Suatu kesyukuran hari ini kita hadir bersama-sama di tempat yang insyaallah penuh dengan keridaan dan keberkahan Allah. Ayah dan bunda hadir untuk menyaksikan sang buah hati yang telah mendedikasikan dirinya dengan menghafal Al-Qur’an.”
Pesantren sebagai Taman Surga dan Ladang Wahyu
Dalam sambutannya, Al Ustadz Dr. Awaluddin Faj menegaskan bahwa keberadaan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan taman-taman surga tempat ayat-ayat Al-Qur’an disemai dan dijaga.
Ungkapan ini bukan tanpa makna. Ia mencerminkan kesadaran bahwa Allah telah memilih pesantren ini sebagai wadah lahirnya generasi penjaga wahyu—sebuah amanah besar yang menuntut keikhlasan, kesungguhan, dan visi jangka panjang.
Para orang tua yang hadir tidak hanya menyaksikan anak-anak mereka diwisuda, tetapi juga menyaksikan hasil dari doa-doa yang menembus langit, air mata di sepertiga malam, dan kesabaran panjang dalam mendidik generasi.
Memadukan Leadership dan Qur’ani: Arah Besar Primago Sejak 2019
Salah satu poin penting dalam sambutan pimpinan pesantren adalah penegasan arah besar Primago sejak berdiri hingga hari ini. Sejak tahun 2019 hingga memasuki periode 2025–2026, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago memantapkan diri untuk memadukan konsep kepemimpinan (leadership) dengan nilai Qur’ani.
“Kami ingin mereka kelak menjadi pemimpin-pemimpin Al-Qur’an yang terus berpegang teguh pada Al-Qur’anul Karim.”
Konsep ini bukan sekadar jargon. Ia diterjemahkan dalam kurikulum, budaya pesantren, hingga dalam program unggulan tahfiz yang kini membuahkan hasil melalui wisuda tahfiz Al-Qur’an.
Pesantren ini sadar bahwa pemimpin masa depan tidak cukup hanya cerdas secara akademik atau piawai berorganisasi. Tanpa panduan wahyu, kepemimpinan akan kehilangan arah. Tanpa akhlak Al-Qur’an, kekuasaan bisa berubah menjadi tirani.
Menghormati Guru, Orang Tua, dan Para Penjaga Pendidikan
Dalam sambutannya, Al Ustaz Dr. Awaluddin Faj juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh pimpinan pesantren, kepala sekolah, para asatidz dan asatidzah yang telah berkhidmat tanpa lelah.
Penghormatan khusus juga disampaikan kepada para orang tua—ayah dan bunda—yang doanya menjadi energi utama keberhasilan anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an.
“Dan tentunya yang kami banggakan para anak-anakku semuanya, santri dan santriwati penjaga wahyu, yang hari ini wajahnya bersinar karena cahaya Al-Qur’an.”
Kalimat ini menegaskan bahwa cahaya Al-Qur’an bukan hanya tampak dalam hafalan, tetapi juga terpancar dari raut wajah, sikap, dan akhlak para santri.
Hafalan Al-Qur’an: Keindahan yang Melebihi Harta Dunia
Dalam bagian yang sangat menyentuh, pimpinan pesantren menyampaikan rasa bangga melihat para santri membawa hafalan Al-Qur’an di dalam dada.
“Ini adalah pemandangan yang lebih indah daripada kemilau harta di mana pun.”
Pernyataan ini mengandung pesan mendalam bahwa nilai seorang manusia tidak diukur dari apa yang ia miliki, melainkan dari apa yang ia jaga di dalam hatinya.
Beliau juga mengakui dengan penuh kejujuran bahwa tidak semua generasi sebelumnya memiliki kesempatan menghafal Al-Qur’an 30 juz di usia muda. Namun justru melalui mendidik dan memfasilitasi santri, para guru dan pimpinan pesantren turut dididik untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an.
Mendidik Santri, Sekaligus Mendidik Diri Sendiri
Salah satu refleksi paling kuat dalam sambutan ini adalah pengakuan bahwa proses pendidikan di pesantren tidak hanya membentuk santri, tetapi juga mendidik para pendidiknya.
“Bukan hanya mereka yang dididik, tapi kami juga dididik untuk bisa bersama mereka menghafal Al-Qur’an.”
Inilah ruh pendidikan sejati: proses dua arah yang melahirkan keteladanan, bukan sekadar instruksi.
Bukan Penghafal Statis, Tapi Pemimpin Qur’ani
Pimpinan pesantren menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di Primago bukan mencetak penghafal Al-Qur’an yang statis.
“Kami menempa mereka untuk menjadi pemimpin yang Qur’ani. Al-Qur’an bukan sekadar pajangan ijazah, tapi menjadi manual book kehidupan.”
Al-Qur’an harus hidup dalam keputusan, dalam cara bersikap, dalam memimpin, dan dalam menyikapi tantangan zaman.
Kemuliaan Penghafal Al-Qur’an dalam Hadis Nabi
Dalam sambutannya, Al Ustaz Dr. Awaluddin Faj mengutip beberapa hadis Rasulullah SAW tentang kemuliaan penghafal Al-Qur’an.
Salah satunya adalah hadis riwayat Ahmad dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa pada hari kiamat akan dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an:
“Bacalah dan naiklah… karena kedudukanmu di surga sesuai dengan ayat terakhir yang kamu baca.”
Beliau juga mengingatkan bahwa ahlul Qur’an adalah keluarga Allah, manusia-manusia pilihan yang mendapatkan kedekatan khusus di sisi-Nya.
Hafalan Adalah Privilege Sekaligus Responsibility
Pesan yang sangat ditekankan kepada para wisudawan adalah bahwa menghafal Al-Qur’an adalah privilege, namun di dalamnya melekat tanggung jawab besar.
“Bukan berapa banyak yang dihafal, tapi berapa kuat keistikamahan dalam menjaganya.”
Hafalan tidak boleh digadaikan dengan kemaksiatan. Ia harus dijaga dengan akhlak, disiplin, dan kesadaran spiritual.
Menjadi Al-Qur’an yang Berjalan
Pimpinan pesantren mengamanahkan para santri untuk menjadi Al-Qur’an yang berjalan—sebagaimana akhlak Nabi Muhammad SAW yang digambarkan oleh Aisyah RA sebagai Al-Qur’an itu sendiri.
Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan harus menjadi cermin hidup dari hafalan yang dijaga.
Dinamika Santri dan Pendidikan Akhlak
Dengan penuh kejujuran, beliau juga menyampaikan bahwa dinamika anak-anak termasuk konflik kecil dan gesekan adalah bagian dari proses tumbuh.
Namun pesantren terus mengingatkan tentang bahaya menyakiti sesama, karena hal itu dapat menghapus pahala di akhirat.
Pesan ini menjadi pengingat kuat bahwa akhlak adalah ruh dari hafalan Al-Qur’an.
Tantangan Terbesar: Keistiqamahan Pasca Wisuda
Wisuda tahfidz bukan akhir perjalanan. Tantangan terbesarnya justru datang setelah santri kembali ke rumah masing-masing.
Pimpinan pesantren menitipkan para santri kembali ke pangkuan orang tua dengan satu pesan utama:
“Jaga salat mereka, jaga Al-Qur’an mereka.”
Sinergi pesantren dan orang tua menjadi kunci menjaga keberlanjutan nilai-nilai Qur’ani.
Menatap Satu Dekade Perjalanan Primago
Menjelang satu dekade perjalanan Primago pada tahun 2026, pimpinan pesantren menyampaikan refleksi perjalanan lembaga:
2016: Bimbingan masuk Gontor
2019: Primago Camp and School
2020: Pesantren Modern Primago
2023: Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago
Prestasi alumni yang kini berkiprah di berbagai organisasi, belajar ke Al-Azhar Kairo, dan target melanjutkan ke Universitas Islam Madinah menjadi bukti keseriusan visi pesantren.
Wisuda Tahfidz menjadi Titik Balik Menuju Kehidupan Qur’ani
Sambutan ditutup dengan doa dan harapan agar momentum wisuda tahfiz menjadi titik balik bagi seluruh santri dan keluarga untuk hidup lebih dekat dengan Al-Qur’an.
“Teruslah tumbuh, teruslah memimpin, dan teruslah bersama Al-Qur’an.”
Ingin Putra-Putri Anda Tumbuh sebagai Pemimpin Qur’ani?
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi ayah dan bunda yang ingin memberikan pendidikan terbaik—mengintegrasikan tahfiz Al-Qur’an, kepemimpinan, dan pembentukan akhlak.
📲 WhatsApp SPMB: 0896-200-200-67
🌐 Website Resmi: primagoschool.com
Mari titipkan permata hati Anda di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, tempat Al-Qur’an dijaga, pemimpin dibentuk, dan masa depan dirancang dengan cahaya wahyu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































