Bantul (MAN 4 Bantul) — Komitmen MAN 4 Bantul dalam mewujudkan madrasah berwawasan lingkungan kembali ditegaskan melalui kegiatan koordinasi Tim Adiwiyata yang digelar di ruang Kepala Madrasah pada Jumat (30/01/2026). Rapat ini menjadi ruang temu gagasan sekaligus pemantapan program strategis Adiwiyata tahap lanjutan, dengan fokus pada konservasi sumber daya alam, pengelolaan lingkungan, serta penguatan peran siswa.
Dalam pemaparan hasil rapat, Agung Wicaksono, S.Pd. menyampaikan program konservasi air melalui pemanfaatan limbah air wudhu yang akan digunakan untuk kolam ikan. Selain itu, upaya konservasi energi digalakkan melalui pembiasaan hemat energi, seperti mematikan lampu dan kipas angin setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Muhammad Badrudin menekankan program kerja divisi konservasi energi yang dibagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Program jangka pendek meliputi perubahan mindset melalui gerakan “operasi saklar terakhir”, program Jumat Hemat dengan pembatasan penggunaan AC pada pukul 07.00–10.00, pengadaan lampu LED, serta perbaikan kran air yang masih menetes. Sementara itu, program jangka panjang mencakup pemanfaatan panel surya, penanaman pohon perindang, penyusunan materi khutbah anak tentang isrof, serta audit energi untuk mengetahui sumber penggunaan energi terbesar.
Dwi Mulyono memaparkan program penanaman dan pemeliharaan pohon, di antaranya penanaman tanaman di area jogging track, pengembangan apotek hidup, hidroponik, serta sosialisasi Adiwiyata kepada siswa bekerja sama dengan bidang kesiswaan. Di sisi lain, Fransiska Listiarany, S.Pd. menyoroti kondisi kantin yang belum memenuhi standar kantin sehat, baik dari sisi lokasi, menu, sanitasi, hingga penggunaan plastik, sehingga diperlukan relokasi dan pembenahan menyeluruh. Rusli Farida, S.Pd. menambahkan integrasi program Adiwiyata dalam RPP melalui kategori cinta lingkungan pada KBC 5 Panca Cinta.
Menanggapi hasil rapat tersebut, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, memberikan penguatan dan arahan strategis. Ia menekankan pentingnya kebersihan sebagai ruh utama Adiwiyata serta keterlibatan aktif siswa dalam pengelolaan sampah. “Adiwiyata bukan sekadar program, tetapi proses membangun kesadaran. Siswa harus menjadi pelaku utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan madrasah,” tegasnya. Ia juga menyampaikan rencana kerja sama dengan mitra pengelolaan sampah, DLH, dan pembibitan, pemanfaatan lahan alumni untuk apotek hidup, greenhouse, dan minizoo, hingga pengadaan lampu panel surya serta pembuatan gerbang kedua untuk membatasi siswa jajan di luar.
Melalui koordinasi ini, MAN 4 Bantul optimistis langkah-langkah Adiwiyata dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi madrasah ramah lingkungan. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































