SIARAN BERITA (24/02/26) – Tidak semua perjalanan menuju industri kreatif dimulai dengan koneksi dan kesempatan yang tersedia. Bagi Steven Mo’arota Waruwu, langkah tersebut dimulai dari sebuah mimpi sederhana saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Lahir di Kota Gunungsitoli, Pulau Nias, dan tumbuh sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, Steven dibesarkan dalam lingkungan yang menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab. Ketertarikannya terhadap dunia modeling berawal ketika ia sering melihat model dan figur publik di berbagai media visual. Dari sana muncul keinginan untuk suatu hari dapat berkembang dan dikenal melalui karya serta identitas yang ia bangun sendiri.

Namun, perjalanan tersebut tidak dimulai dengan kemudahan. Ia tidak mengetahui bagaimana cara mendaftar, bagaimana membangun portofolio profesional, ataupun bagaimana memasuki industri tersebut. Tidak ada tawaran yang datang di awal. Ia harus mencari peluangnya sendiri.
“Saya memulai semuanya dari ketidaktahuan. Tidak ada yang langsung menawarkan kesempatan. Saya harus mencari tahu sendiri, belajar sendiri, dan membangun semuanya dari awal,” ungkap Steven.

Dengan modal pribadi, ia mulai melakukan sesi pemotretan, membangun portofolio, serta menawarkan diri untuk berbagai kolaborasi. Setiap langkah dijalani dengan konsistensi dan keberanian untuk mencoba. Proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga, serta pengorbanan, namun ia meyakini bahwa investasi terbesar adalah investasi pada diri sendiri.
Perjuangan tersebut perlahan membuahkan hasil. Dari yang awalnya aktif mencari pekerjaan, kini berbagai tawaran kerja sama dan endorsement mulai datang kepadanya. Akun Instagram miliknya, @stevenbrmn, berkembang secara organik hingga memiliki lebih dari 20.000 pengikut. Ia pun dipercaya oleh sejumlah brand untuk memproduksi konten promosi dalam bentuk foto dan video.
Aktivitas profesionalnya tidak hanya terbatas pada satu wilayah. Steven aktif menjalin kolaborasi di Salatiga, Solo, Yogyakarta, hingga Semarang, memperluas jaringan sekaligus memperkaya pengalaman di industri kreatif.

Di tengah kesibukannya, Steven tetap memprioritaskan pendidikan. Ia saat ini menempuh studi di Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Baginya, pendidikan dan karier bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan dengan manajemen waktu dan disiplin yang baik.
Lebih dari sekadar penampilan, Steven memaknai modeling sebagai representasi karakter dan tanggung jawab. Ia menyadari bahwa setiap individu memiliki potensi yang telah dianugerahkan oleh Tuhan dan harus dimanfaatkan secara positif.
“Saya percaya setiap orang memiliki potensi yang sudah Tuhan berikan. Tugas kita adalah menjaganya dan mengembangkannya untuk hal-hal yang baik. Proses tidak pernah mengkhianati usaha, dan saya ingin terus berkembang tanpa melupakan nilai dan integritas,” tuturnya.
Perjalanan Steven Mo’arota Waruwu menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari kemudahan, melainkan dari keberanian untuk memulai. Dengan konsistensi, kerja keras, dan komitmen terhadap kualitas, ia terus melangkah membangun karier modeling secara profesional dan berkelanjutan.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































