Bantul (MAN 4 Bantul) – Pagi di MAN 4 Bantul tidak pernah benar-benar sunyi. Pada Kamis (26/02/2026), tepat pukul 06.45 WIB, ruang Jam’iyyatul Huffazh kembali dipenuhi lantunan ayat-ayat suci yang mengalun pelan namun tegas. Tim JH MAN 4 Bantul melaksanakan tadarus secara sentral, sebuah pembiasaan rutin yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Jam’iyyatul Huffazh MAN 4 Bantul merupakan organisasi keagamaan khusus penghafal Al-Qur’an di MAN 4 Bantul, Yogyakarta. Organisasi ini berfokus pada pendampingan hafalan, setoran ayat, serta berbagai kegiatan keislaman seperti pengajian dan kolaborasi dengan Rohis. Melalui tadarus sentral, para anggota tidak hanya membaca, tetapi juga saling menyimak dan menguatkan hafalan satu sama lain.
Pagi itu, Nur Khusnul Khotimah bersama teman-temannya tampak bergantian mengaji. Satu suara melantunkan ayat, sementara yang lain menyimak dengan mushaf terbuka, siap mengoreksi jika ada kekeliruan. Suasananya khusyuk, namun terasa akrab. Ayat-ayat yang dibaca seolah menjadi denyut nadi yang menghidupkan ruang kecil itu.
Koordinator Pembiasaan Baik MAN 4 Bantul, Nanang Qosem, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi tim JH. “Tadarus pagi ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi tentang membangun karakter disiplin dan menjaga ruhiyah siswa. Ketika hari diawali dengan ayat suci, insyaallah langkah mereka sepanjang hari akan lebih terarah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan ini menjadi bagian dari budaya madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Meski hanya lima belas menit, waktu tersebut terasa padat makna. Di antara lembar-lembar mushaf yang dibuka setiap pagi, terselip tekad untuk terus menjaga hafalan dan akhlak.
Tadarus sentral JH bukan sekadar rutinitas. Ia adalah cahaya kecil yang dinyalakan setiap fajar, agar semangat belajar dan iman tumbuh berdampingan di lingkungan MAN 4 Bantul. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































