Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berupaya membentuk karakter Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat, Kamis (12/3). Kali ini, Lapas Bandanaira berkolaborasi dengan Peserta Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) gelar penguatan Self-Control yang berfokus pada ketahanan mental dan pengendalian emosi.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan apresiasi atas konstribusi nyata Peserta Magang dalam mendukung program pembinaan untuk Warga Binaan.
“Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mempersiapkan Warga Binaan secara mental dan emosional, sehingga mereka lebih siap menghadapi realitas kehidupan serta stigma sosial setelah bebas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menegaskan bahwa Lapas bukanlah tempat permanen, melainkan persinggahan sementara yang dapat diibaratkan sebagai pesantren kehidupan. Ia menilai perlu adanya kesiapan emosional Warga Binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Jadi stigma penjahat itu harus hilangkan jauh-jauh. Mereka bukan penjahat, hanya tersesat. Masih panjang perjalanan hidup, maka perlu disiapkan dari sekarang, tidak ada kata terlambat,” tegasnya.
Dalam sesi materi, salah satu peserta magang, Mohtar Mau, menjelaskan bahwa stigma adalah label negatif yang secara alami muncul sebagai cara otak manusia mengelompokkan sesuatu, termasuk pandangan terhadap Warga Binaan.
“Stigma adalah hal yang normal, namun yang paling penting adalah bagaimana kita meresponnya. Kita tidak bisa mengontrol pikiran orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita menyikapi stigma tersebut,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa setiap emosi yang dirasakan Warga Binaan, seperti rasa kecewa atau marah, adalah hal wajar. Namun, kontrol diri menjadi kunci agar emosi tersebut tidak berujung pada tindakan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengajak Warga Binaan untuk terus berlatih mengendalikan emosi agar terhindar dari perilaku negatif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berfokus pada rehabilitasi, dan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk pulih secara mental serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah bebas nantinya. (Humas/LT)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































