Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) terus memperkokoh posisinya sebagai pemimpin transformasi hijau di industri beton pracetak nasional. Komitmen ini ditegaskan melalui partisipasi aktif WIKA Beton dalam forum strategis yang digelar Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) guna menyusun instrumen dekarbonisasi sektor konstruksi nasional.
Dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembahasan Kesiapan Rantai Pasok Hijau dalam Mendukung Program Dekarbonisasi Sektor Konstruksi” yang berlangsung di Goodrich Suites, Jakarta, Jumat (13/3/2026), WIKA Beton dipercaya menjadi salah satu narasumber utama untuk membagikan praktik terbaiknya dalam pengelolaan emisi.
Manajer Divisi Transformation, Engineering dan Quality WIKA Beton, Ir. Festy Ratna Aditama, S.T., M.T., IPM., hadir dan memaparkan kesiapan korporasi dalam mendukung kebijakan pembangunan rendah karbon yang diamanatkan dalam RPJPN 2020–2045 dan Asta Cita Presiden.
Dalam pemaparannya, WIKA Beton menekankan pentingnya mekanisme perhitungan jejak karbon yang akurat dan implementatif. WIKA Beton secara konsisten mengintegrasikan prinsip konstruksi berkelanjutan sebagaimana diatur dalam PP No. 14 Tahun 2021 dan Permen PUPR No. 9 Tahun 2021. Upaya ini dilakukan melalui pengendalian ketat terhadap emisi di sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi produk beton.
Selain kesiapan teknis, WIKA Beton juga menonjolkan keberhasilannya dalam aspek keberlanjutan dengan raihan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 71. Skor ini mencerminkan kematangan tata kelola perusahaan dalam memitigasi dampak lingkungan melalui inovasi produk yang rendah karbon.
Diskusi panel yang turut menggandeng Global Building Performance Network (GBPN) ini menjadi wadah bagi WIKA Beton untuk memberikan masukan teknis terkait ketersediaan data faktor emisi material dan penyusunan Environmental Product Declaration (EPD). Kontribusi ini diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan kebijakan transisi iklim menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.
Melalui sinergi dengan Kementerian PU, WIKA Beton optimis bahwa penguatan rantai pasok hijau tidak hanya akan menurunkan emisi nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia di kancah global melalui standar pembangunan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































