Kediri (31/3). Komandan Koramil (Danramil) 0809/02 Pesantren, Kapten Inf Dwi Agus silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Selasa (31/3). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan tokoh agama guna menjaga kondusivitas wilayah serta penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren.
Kehadiran Danramil beserta jajaran disambut oleh jajaran pengurus pondok. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembinaan karakter pemuda hingga pentingnya kolaborasi dalam menangani potensi gangguan keamanan di tingkat lokal.
Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, menyambut baik inisiatif Danramil untuk hadir di lingkungan pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa ketaatan terhadap aturan negara dan kecintaan pada tanah air adalah salah satu kurikulum yang diajarkan kepada para santri.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Bapak Danramil, Dwi Agus, beserta jajaran. Bagi kami di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, sinergi antara ulama dan TNI adalah harga mati dalam menjaga kedamaian di Kota Kediri. Sebagai lembaga pendidikan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia, alim-faqih, sekaligus mandiri dan cinta tanah air,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran aparat TNI di lingkungan pesantren menjadi bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
“Kehadiran TNI di pesantren memberikan motivasi tersendiri bagi para santri bahwa mereka adalah bagian penting dari pertahanan bangsa. Kami berkomitmen untuk terus terbuka dan mendukung setiap program kewilayahan demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif,” imbuhnya.
Pertemuan tersebut membahas rencana kegiatan bersama, seperti pelatihan kebugaran dan wawasan bela negara bagi santri di masa mendatang.
Sekretaris LDII Kota Kediri ini juga menambahkan bahwa keterbukaan pesantren terhadap institusi keamanan merupakan wujud transparansi dan komitmen LDII dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan wilayah.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan. Kami berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Kapten Inf Dwi Agus menekankan bahwa pesantren adalah mitra strategis TNI dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam membimbing generasi muda agar memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa komunikasi antara Koramil dan lembaga pendidikan keagamaan seperti Ponpes Nurul Huda Al Manshurin tetap terjaga dengan baik. Santri adalah aset bangsa, dan kami siap berkolaborasi dalam memberikan pembekalan wawasan kebangsaan agar para santri tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme yang kuat,” ujar Dwi Agus.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































