Sleman (MAN 1 Yogya) — Tiga murid MAN 1 Yogyakarta membuktikan bahwa ketajaman strategi tak kalah penting dari sekadar kemampuan akademik. Tim yang terdiri dari Rifqi Eka Ramadhani, Fathin Hanif Rai Athaillah, dan Muhammad Abrisam Fayyadh (kelas XIF) sukses meraih Juara I dalam ajang nasional Digital Business Simulation Games 2026 yang menjadi bagian dari UII INDOBAC.
Kompetisi yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) di Gedung Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia ini diikuti pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia. Diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi UII, lomba ini menguji kemampuan peserta dalam mengelola perusahaan secara virtual melalui platform simulasi berbasis web.
Alih-alih menyusun esai atau karya tulis, peserta dihadapkan pada skenario bisnis yang dinamis. Menggunakan platform MonsoonSIM, setiap tim berperan sebagai pengelola perusahaan yang harus mengambil keputusan strategis secara real time, mulai dari mengatur stok barang, meningkatkan laba bersih, menyusun strategi pemasaran, hingga menjaga pangsa pasar agar tidak tersalip kompetitor.
“Di dalam simulasi itu, kami harus benar-benar berpikir seperti pelaku bisnis. Tidak hanya soal angka, tetapi juga strategi, analisis pasar, dan pengambilan keputusan yang cepat,” ujar Rifqi.
Pilihan mengikuti kategori ini, menurut mereka, berangkat dari ketertarikan pada dunia permainan. Namun, pengalaman di lapangan justru membalik ekspektasi awal.
“Kami kira ini seperti game biasa, ternyata jauh lebih kompleks. Butuh pemahaman mendalam dan kerja sama tim yang solid,” kata Rifqi.
Selama hampir dua bulan, tim menjalani latihan intensif bersama pelatih. Mereka bahkan harus memulai dari nol, mengingat latar belakang mereka berasal dari peminatan IPA Informatika. Tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga komunikasi tim.
“Miss komunikasi bisa berdampak besar. Strategi yang sudah disusun bisa runtuh dan berujung pengurangan poin,” ungkap Rifqi.
Meski demikian, konsistensi latihan dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci kemenangan. Tim MAN 1 Yogyakarta mampu menjaga performa hingga babak akhir dan unggul dalam pengelolaan perusahaan virtual dibandingkan tim lain.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menilai capaian ini sebagai bukti bahwa murid mampu melampaui batas disiplin ilmu yang mereka tekuni.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta memiliki kemampuan berpikir strategis dan adaptif. Mereka tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi nyata, termasuk di bidang bisnis digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, MAN 1 Yogyakarta terus mendorong murid untuk berani mengeksplorasi berbagai bidang, termasuk yang berada di luar zona nyaman mereka.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak murid yang berani mencoba hal baru dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Kemenangan ini menjadi penanda bahwa pembelajaran masa kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Di tangan generasi muda, simulasi digital pun dapat menjadi medan nyata untuk mengasah naluri bisnis dan kepemimpinan. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































