Mataram, Rabu 29 April 2026 – Tokoh muda politik Nusa Tenggara Barat, Herianto, S.P., menyampaikan pandangannya terkait pentingnya reformasi internal partai politik sebagai upaya memperkuat kualitas demokrasi di . Menurutnya, partai politik tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan kekuasaan, tetapi harus menjadi ruang kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin bangsa secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya kepada media, Herianto menilai wacana pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik menjadi langkah positif yang layak dipertimbangkan demi menciptakan regenerasi kepemimpinan yang sehat di tubuh partai.
“Partai politik seharusnya menjadi sekolah kepemimpinan. Regenerasi harus berjalan agar kader-kader muda memiliki ruang untuk tumbuh dan mengambil peran strategis. Demokrasi tidak akan berkembang jika ruang kepemimpinan tertutup terlalu lama,” ujar Herianto.
Ketua AMPG NTB itu menegaskan bahwa sistem politik modern membutuhkan pembaruan yang tidak hanya fokus pada perebutan kekuasaan, tetapi juga pada proses pembinaan kader dan pembangunan kualitas sumber daya politik.
Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai partai politik. Publik tidak hanya melihat figur pemimpin, tetapi juga bagaimana sistem internal partai dijalankan secara transparan, terbuka, dan memberi kesempatan yang sama bagi kader.
“Kepercayaan publik terhadap partai akan meningkat jika masyarakat melihat adanya regenerasi yang sehat. Partai harus berani membuka ruang kompetisi internal, memberikan kesempatan kepada generasi muda, dan membangun sistem yang lebih demokratis,” katanya.
Herianto juga menilai bahwa pembatasan periode kepemimpinan dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong munculnya gagasan baru serta menghindari stagnasi organisasi. Ia menegaskan bahwa regenerasi bukan ancaman terhadap stabilitas partai, melainkan langkah penting agar partai tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Sebagai tokoh muda politik daerah, Herianto berharap partai-partai di Indonesia mampu memperkuat fungsi kaderisasi dan menjadikan organisasi politik sebagai wadah pendidikan kepemimpinan nasional.
“Politik harus menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar mempertahankan kekuasaan. Bangsa ini membutuhkan pemimpin baru yang lahir dari proses kaderisasi yang sehat dan berintegritas,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































