Sumbawa – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keamanan obat dan makanan terus dilakukan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima melalui program edukatif BPOM TANA’O atau BPOM Belajar. Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tersebut kembali digelar pada Senin (11/05/2026) di aula SMPN 2 Unter Iwes dan diikuti oleh siswa, siswi, serta para guru dengan antusias tinggi.
Program BPOM TANA’O merupakan salah satu bentuk pendekatan edukasi yang dilakukan Balai POM di Bima kepada kalangan pelajar untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya memilih obat dan makanan yang aman dikonsumsi. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenali berbagai risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan manfaat.
Kegiatan berlangsung meriah sejak awal acara dimulai. Para siswa tampak memenuhi aula sekolah dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian edukasi yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami. Kehadiran tim dari Balai POM di Bima disambut hangat oleh pihak sekolah sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Unter Iwes, Nur Aini Furqan, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Balai POM di Bima atas terselenggaranya kegiatan edukasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi para pelajar.
Menurutnya, pemahaman mengenai keamanan obat dan makanan menjadi hal penting di tengah maraknya peredaran produk yang belum tentu memenuhi standar keamanan. Oleh karena itu, edukasi kepada pelajar dianggap perlu agar mereka mampu menjadi konsumen yang lebih bijak dan cerdas.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu siswa untuk memahami bagaimana memilih produk yang aman. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarkan juga kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam sesi penyampaian materi, tim dari Balai POM di Bima membawakan topik bertajuk “Ayo Kenali Obat dan Makanan Aman”. Materi tersebut mencakup pengenalan dasar tentang obat, obat tradisional, kosmetik, serta makanan yang aman dikonsumsi.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memeriksa kemasan produk sebelum membeli atau menggunakan suatu produk. Selain itu, narasumber juga mengingatkan agar masyarakat selalu memperhatikan label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebagai langkah sederhana namun penting untuk melindungi diri dari produk berbahaya.
Edukasi tersebut juga menyoroti bahaya penggunaan produk tanpa izin edar dan dampak kesehatan yang dapat timbul akibat konsumsi makanan atau penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, para narasumber berupaya mendekatkan materi kepada kalangan pelajar sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Suasana aula semakin hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Para siswa tampak aktif mengangkat tangan untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber. Berbagai pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya rasa ingin tahu peserta terkait keamanan produk yang sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan semakin semarak saat sesi kuis interaktif digelar. Para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik dari tim Balai POM di Bima. Tepuk tangan dan sorak sorai peserta membuat suasana edukasi terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif tersebut, Balai POM di Bima berharap pesan mengenai pentingnya keamanan obat dan pangan dapat lebih mudah dipahami oleh para pelajar. Edukasi sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar keamanan pangan dan obat di tengah masyarakat.
Program BPOM TANA’O juga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen informasi yang menyebarkan pengetahuan tentang pentingnya memilih produk aman kepada teman, keluarga, dan masyarakat.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat sinergi antara Balai POM dan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat sejak dini. Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat sekolah merupakan lingkungan yang strategis untuk membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda.
Dengan terlaksananya kegiatan BPOM TANA’O di SMPN 2 Unter Iwes, Balai POM di Bima menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar semakin memahami pentingnya keamanan obat dan pangan demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































