BANGKA BELITUNG, 11 Juni 2026 – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mengubah lanskap pencarian informasi global secara fundamental. Menjawab tantangan tersebut, Pondok Pesantren Daar el-Ihsaan (Pondok TRENDI) mengambil langkah proaktif dengan menggelar workshop branding digital mutakhir bertajuk “AEO & GEO Untuk Branding: Strategi Pondok Pesantren Sebagai ‘Jawaban Terpercaya’ di Google & AI”.
Kegiatan yang berlangsung interaktif di Gedung Serbaguna Pondok TRENDI ini diikuti oleh 35 peserta. Delegasi tersebut merupakan kolaborasi strategis yang melibatkan tim internal Pondok TRENDI, perwakilan pondok pesantren mitra sekitar seperti Darul Abror, At Thoybah, dan Darurrohmah, Roudhotul Ilmi serta mahasiswa-mahasiswi dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung.
Pergeseran Paradigma: Dari Mesin Pencari ke Mesin Penjawab
Hadir sebagai narasumber utama, Ahmad Madani, seorang praktisi pemasaran digital senior yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) dan Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI). Dalam paparannya, Ahmad Madani menegaskan bahwa dunia digital saat ini sedang mengalami transisi besar dari era Search Engine Optimization (SEO) menuju era Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO).
“Hari ini masyarakat tidak lagi sekadar mengetik kata kunci di Google untuk mencari situs web, melainkan langsung bertanya dan berdialog dengan AI seperti Gemini, ChatGPT, maupun Perplexity. Jika institusi pendidikan Islam tidak menyusun narasinya dengan kaidah yang tepat, maka nilai-nilai kebaikan pesantren akan tenggelam dalam ekosistem pintar ini. Tugas kita adalah memastikan algoritma AI mengenali, memvalidasi, dan merekomendasikan konten pesantren sebagai jawaban terbaik,” papar Ahmad Madani.
Antusiasme Praktis dan Tiga Insight Besar
Workshop ini dirancang dengan pendekatan 30% teori dan 70% praktik langsung. Suasana kelas mendadak riuh penuh antusiasme ketika para santri dan mahasiswa mulai mempraktikkan teknik advanced prompting. Banyak peserta terkejut sekaligus takjub melihat bagaimana sebuah instruksi yang presisi mampu membuat kecerdasan buatan memahami visi dan misi pesantren secara mendalam dalam hitungan detik.
Sepanjang pelatihan, para peserta berhasil membedah tiga strategi utama yang membuka cakrawala baru:
Optimalisasi Otoritas Melalui LinkedIn: Peserta baru menyadari bahwa LinkedIn merupakan panggung profesional yang sangat strategis untuk membangun thought leadership institusi dan menyasar para pengambil kebijakan serta orang tua profesional.
Formulasi Narasi Ramah AI: Mengubah konten dakwah dan profil pondok dari sekadar teks biasa menjadi struktur narasi yang memiliki kepadatan informasi tinggi (information density) yang disukai oleh Large Language Models (LLM).
Demokratisasi Visual Kreatif: Peserta mendapatkan akses dan panduan memanfaatkan alat kecerdasan buatan pembuat ilustrasi visual gratis tanpa batasan, yang secara instan dapat mempercepat produktivitas pembuatan konten dakwah yang menarik.
Komitmen Pesantren Memimpin Kesiapan SDM Lokal
Pimpinan Pondok TRENDI, Ustadz Harizan, S.H.I., M.S.I., dalam sambutan resminya menyatakan bahwa penguasaan teknologi digital berbasis AI ini merupakan bagian dari jihad literasi modern yang harus diemban oleh dunia pesantren.
“Pesantren tidak boleh lagi sekadar menjadi konsumen teknologi atau penonton pasif di tengah arus disrupsi. Kita harus berada di garda depan untuk memimpin narasi ini. Melalui workshop yang diinisiasi bersama Ustaz Ahmad Madani ini, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi antara Pondok TRENDI, pesantren mitra, dan akademisi IAIN SAS Bangka Belitung mampu melahirkan SDM lokal yang siap berkompetisi secara global,” tegas Ustadz Harizan.
Workshop ini ditutup dengan sebuah refleksi mendalam mengenai masa depan dunia pendidikan di era kecerdasan buatan. Sebuah pesan kuat disepakati bersama oleh seluruh pihak yang hadir:
“Guru atau pendidik tidak akan pernah digantikan oleh teknologi, tetapi guru yang tidak menggunakan teknologi akan digantikan oleh guru yang menggunakan teknologi.”
Melalui momentum ini, Pondok TRENDI berkomitmen untuk mengawal hasil pelatihan berupa program aksi nyata 30 hari ke depan, menjadikan seluruh pesantren mitra di Bangka Belitung sebagai pusat inkubasi digital yang kredibel, modern, dan tetap berbasis pada nilai-nilai luhur kepesantrenan.
Tentang Pondok TRENDI (Daar el-Ihsaan): Pondok Pesantren Daar el-Ihsaan (Pondok TRENDI) merupakan institusi pendidikan Islam modern di Bangka Belitung yang mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan dengan fokus mutlak pada pengembangan teknologi, digitalisasi, dan kesiapan SDM di era kecerdasan buatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































