Langkah nyata yang diinisiasi oleh Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban akademis belaka, melainkan menjelma sebagai intervensi sosial-kesehatan yang sangat krusial melalui pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kompetensi pola asuh gizi ibu muda, yang mana dalam implementasinya mereka berkolaborasi erat dengan ibu kader posyandu untuk menggelar sesi memasak bersama (live cooking) dalam menciptakan inovasi menu sehat ‘bola-bola kentang keju wortel’ sebagai solusi pangan kreatif dan padat nutrisi yang efektif untuk mengatasi fenomena anak picky eater demi menekan risiko fluktuasi berat badan kurang (underweight) balita di tingkat pedesaan.
Di tengah komitmen nasional untuk mempercepat penurunan angka stunting, kehadiran mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang menerjunkan program KKN di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung saat 8 Juli 2026 merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pola Asuh Gizi Ibu Muda Dalam Penanganan Anak Picky Eater Di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik”. Program dijalankan oleh empat mahasiswa lintas program studi, yaitu Mukhammad Rifqi (Psikologi), Rizka Maulya Fitri (Administrasi Niaga), Falisya Haifa AzzahraA (Ilmu Komunikasi), dan Mochammad Irfan Ghani (Teknik Industri), di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi. Membawa angin segar bagi penguatan lini preventif kesehatan melalui agenda sosialisasi pola asuh gizi yang dikemas secara interaktif lewat aksi masak bersama antara ibu-ibu kader posyandu dan kelompok ibu muda yang memiliki balita, di mana melalui resep modifikasi ‘bola-bola kentang keju wortel’ yang sehat dan menggugah selera ini, mereka berhasil mentransfer keterampilan praktis penanganan anak picky eater sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gizi seimbang langsung dari dapur rumah tangga.
Membangun ketahanan kesehatan domestik di era modern menuntut adanya perpaduan antara edukasi psikologis dan tindakan aplikatif di lapangan, sebagaimana yang secara progresif ditunjukkan oleh para mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, saat mereka menggandeng dedikasi tinggi dari ibu kader posyandu untuk merangkul para ibu muda yang memiliki balita dalam sebuah ruang pemberdayaan inklusif yang tidak hanya memberikan pemahaman teoretis mengenai penanganan anak picky eater atau gerakan tutup mulut, tetapi juga melatih kecakapan motorik dan kreativitas mereka melalui kegiatan masak bersama menu ‘bola-bola kentang keju wortel’ yang kaya akan karbohidrat, protein, dan vitamin sebagai strategi jitu mengembalikan nafsu makan anak tanpa paksaan fisik maupun psikologis.
Pada akhirnya, esensi sejati dari pengabdian masyarakat tercermin secara utuh ketika mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan KKN di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, mampu melebur bersama denyut nadi persoalan warga melalui program pelatihan pola asuh gizi dan aksi masak bersama menu ‘bola-bola kentang keju wortel’ untuk balita picky eater, sebuah langkah preventif jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan kapasitas kognitif para ibu muda tetapi juga merevitalisasi fungsi strategis ibu kader posyandu sebagai benteng pertahanan pertama kesehatan publik dalam mencetak generasi emas yang sehat dan bebas stunting di wilayah Gresik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































