Surakarta – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu tantangan yang dihadapi perekonomian nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D., menilai bahwa meskipun kondisi ekonomi global saat ini tidak mudah, Indonesia masih memiliki modal yang kuat untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal. Menurutnya, kekuatan tersebut terletak pada sektor UMKM yang selama ini terbukti mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke tingkat daerah.
“Kalau kita melihat kondisi saat ini, memang ekonomi global sedang menghadapi banyak tekanan dan tantangan. Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Namun saya melihat Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat, terutama karena peran UMKM yang sangat besar dalam perekonomian nasional,” ujar Putra Pamungkas.
Menurutnya, UMKM memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sektor usaha berskala besar. Ketika terjadi gejolak ekonomi global, sektor UMKM relatif lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sehingga mampu mempertahankan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Kondisi tersebut menjadikan UMKM sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Putra menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga alasan utama mengapa UMKM dapat menjadi pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Pertama, UMKM merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Di berbagai daerah, UMKM menjadi sumber mata pencaharian utama bagi jutaan masyarakat Indonesia.
“UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar. Ketika sektor lain mengalami perlambatan, UMKM tetap mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain menyerap tenaga kerja, UMKM juga berperan dalam menjaga aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Kehadiran UMKM membuat roda perekonomian tetap bergerak karena usaha-usaha tersebut berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Aktivitas perdagangan, produksi makanan, jasa, kerajinan, hingga berbagai sektor usaha lainnya terus berjalan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Peran penting lainnya adalah kemampuan UMKM dalam membantu mempertahankan daya beli masyarakat. Menurut Putra, pelaku UMKM pada umumnya menyediakan produk dan jasa yang langsung dibutuhkan masyarakat sehingga keberadaannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi rakyat.
“UMKM tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ketika terjadi tekanan ekonomi, sektor ini masih mampu menjaga aktivitas ekonomi dan membantu mempertahankan daya beli masyarakat,” katanya.
Di tengah pelemahan Rupiah, pemerintah dinilai terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sektor UMKM melalui berbagai program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah keberlanjutan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurut Putra, akses permodalan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha masyarakat. Dengan adanya dukungan pembiayaan yang memadai, pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Pemerintah sejauh ini cukup konsisten dalam memberikan dukungan kepada UMKM. Kita melihat masih adanya program Kredit Usaha Rakyat, berbagai pelatihan kewirausahaan, serta kebijakan lain yang mendukung pengembangan usaha masyarakat,” ujarnya.
Selain dukungan pembiayaan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha. Program tersebut dinilai penting agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Putra menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya memiliki dampak terhadap sektor ekonomi semata. Lebih dari itu, keberhasilan UMKM juga akan memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Pertumbuhan UMKM akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sangat penting di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Dengan semakin kuatnya UMKM, maka ketahanan ekonomi masyarakat juga akan semakin baik dalam menghadapi berbagai perubahan kondisi ekonomi dunia.
“Dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal ekonomi semata. UMKM juga berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia membuat sektor ini memiliki peran strategis dalam pemerataan pembangunan ekonomi. Tidak hanya berpusat di kota-kota besar, UMKM juga tumbuh dan berkembang hingga ke pelosok daerah sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Dalam konteks pelemahan Rupiah, penguatan UMKM juga dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Semakin kuat sektor UMKM, maka semakin besar pula kemampuan ekonomi domestik dalam menghadapi tekanan eksternal yang berasal dari dinamika ekonomi global.
Putra optimistis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat serta partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, UMKM Indonesia akan mampu terus berkembang dan menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
“Saya optimistis UMKM Indonesia akan semakin kuat dan mampu menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekonomi nasional. Ketika UMKM tumbuh, maka ekonomi rakyat akan semakin kokoh. Pada akhirnya hal tersebut akan mendukung stabilitas ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.
Di tengah tantangan pelemahan nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menjadi salah satu langkah strategis yang perlu terus didorong. Dengan perannya sebagai penyerap tenaga kerja, penggerak ekonomi daerah, dan penjaga daya beli masyarakat, UMKM diyakini akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia sekaligus fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































