Tangerang Selatan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian utama pelaku pasar sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Pergerakan indeks yang beberapa kali mengalami koreksi tajam menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, tetapi juga oleh sentimen domestik, terutama terkait arah kebijakan pemerintah dan stabilitas politik.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG diwarnai volatilitas tinggi. Bank Indonesia juga mencatat tekanan terhadap nilai tukar rupiah seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih posisi wait and see sambil menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Ketidakpastian Kebijakan Memengaruhi Sentimen Investor
Pelaku pasar memberikan perhatian besar terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk pembentukan lembaga baru seperti Danantara (sovereign wealth fund), Badan Ekspor Sumber Daya Alam, serta isu dan realisasi perombakan kabinet.
Salah satu peristiwa sorotan adalah reshuffle kabinet pada September 2025 yang menggantikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Pengumuman tersebut langsung direspons negatif oleh pasar. IHSG turun sekitar 1,28% atau lebih dari 100 poin dalam satu hari perdagangan. Investor khawatir terhadap keberlanjutan disiplin fiskal, terutama di tengah program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran besar seperti makan siang gratis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri mengakui bahwa pelemahan IHSG pasca-pengumuman kebijakan baru sering disebabkan oleh “ketidakpastian pasar”, karena pelaku pasar masih menunggu kejelasan dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Kepercayaan Pasar Menjadi Faktor Penting
Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut pelemahan IHSG sebagai sinyal krisis kepercayaan pasar. Faktor domestik seperti kebijakan kontroversial, isu di BUMN, dan ketidakpastian politik berkepanjangan menjadi pemicu utama, di samping tekanan global.
“Investor cenderung melakukan wait and see ketika kebijakan baru belum jelas. Ini memicu aksi jual massal,” ujar analis pasar. Penelitian kualitatif menunjukkan ketidakpastian politik
menciptakan siklus distrust:
rumor reshuffle → persepsi risiko naik → capital outflow → IHSG melemah → rupiah tertekan → inflasi impor meningkat.
Dampaknya terhadap Perekonomian Rakyat
Pelemahan IHSG tidak hanya berdampak pada investor di pasar modal, tetapi juga dirasakan lebih luas:
· Nilai tukar rupiah melemah tajam, mendekati level Rp17.000-an per dolar AS di beberapa periode.
· Biaya impor naik, memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
· Pendanaan proyek infrastruktur dan BUMN terganggu.
· Sektor riil seperti perbankan, infrastruktur, dan komoditas mengalami tekanan berat.
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menegaskan kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal menjadi faktor kunci penarikan dana asing.
Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas
Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Presiden Prabowo melalui Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyampaikan komitmen menjaga iklim investasi yang transparan. Langkah-langkah seperti koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia terus dilakukan untuk menstabilkan pasar.
Para analis menilai komunikasi kebijakan yang konsisten, transparansi, serta komitmen terhadap disiplin fiskal menjadi kunci pemulihan kepercayaan pasar.
Kesimpulan
Ketidakpastian kebijakan politik pemerintahan menjadi salah satu faktor dominan di balik pelemahan IHSG sepanjang periode 2025-2026. Meski faktor global turut berperan, sentimen domestik dari komunikasi kebijakan dan perubahan kabinet kerap memperburuk situasi.
Untuk pemulihan, transparansi, konsistensi kebijakan, dan disiplin fiskal sangat diperlukan. Jika ketidakpastian ini dapat ditekan, IHSG berpotensi rebound dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Artikel ini disusun berdasarkan analisis kualitatif dari berbagai sumber kredibel.
Referensi
– Kompas.com. “IHSG Merosot Usai Reshuffle Kabinet, Pasar Dinilai Hanya Shock Sementara” (8 September 2025). https://money.kompas.com/read/2025/09/08/175149926/ihsg-merosot-usai-reshuffle-kabinet-pasar-dinilai-hanya-shock-sementara
– CNBC Indonesia. “Prabowo Reshuffle 5 Menteri, IHSG Ditutup Anjlok 1,28%” (8 September 2025). https://www.cnbcindonesia.com/market/20250908160317-17-665080/prabowo-reshuffle-5-menteri-ihsg-ditutup-anjlok-128
– UGM.ac.id. “IHSG Anjlok, Ekonom UGM Sebut Sinyal Krisis Kepercayaan Pasar” (24 Maret 2025). https://ugm.ac.id/id/berita/ihsg-anjlok-ekonom-ugm-sebut-sinyal-krisis-kepercayaan-pasar/
– UGM.ac.id. “IHSG Tertekan, Pakar Ekonomi UGM Beri Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar” (21 Maret 2025). https://ugm.ac.id/id/berita/ihsg-tertekan-ekonom-ugm-beri-strategi-menghadapi-volatilitas-pasar/
– Hafifa, N. (2025). “Dampak Penurunan IHSG terhadap Stabilitas Ekonomi Publik”. Jurnal Socius. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/download/1798/1945
– Setkab.go.id. “Prabowo: Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil di Tengah Ketidakpastian” (20 Oktober 2025). https://setkab.go.id/prabowo-ekonomi-indonesia-stabil-di-tengah-ketidakpastian/
– BBC.com Indonesia. “Rupiah dan IHSG anjlok mendekati level terendah” (28 Maret 2025). https://www.bbc.com/indonesia/articles/czx794z60keo
Penulis:
Andien Nuraini Sagita
Anisya Suryawan Putri
Ariel Rizki Pratama
Azhar Saputra
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































