Langit malam di kawasan Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, berubah kemerahan pada Sabtu malam.
Kobaran api yang melahap sebuah pabrik mainan dan plastik terus membesar, memaksa warga sekitar keluar rumah dan menyelamatkan barang-barang berharga
mereka.
Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.35 WIB itu dengan cepat menyita perhatian warga. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, sementara suara sirene mobil pemadam kebakaran bersahut-sahutan menuju lokasi kejadian.
Hingga Minggu dini hari, lebih dari enam jam setelah api pertama kali terlihat, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan si jago merah. Material mudah terbakar yang tersimpan di dalam pabrik membuat proses pemadaman berlangsung sangat sulit.
“Belum juga padam apinya, masih berusaha dipadamkan,” ujar Camat Medan Johor, Bachtiar Nasution, saat memantau langsung kondisi di lokasi kebakaran.
Menurut Bachtiar, pemerintah kecamatan bersama lurah dan unsur Forkopimda setempat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan. Mereka terus memantau perkembangan kebakaran yang masih mengancam area sekitar.
“Kita masih berjaga di lokasi kebakaran,” katanya.
Di tengah situasi mencekam tersebut, warga yang tinggal di belakang area pabrik menjadi
kelompok yang paling terdampak. Sedikitnya 11 kepala keluarga harus dievakuasi demi
keselamatan mereka. Sebagian warga terlihat membawa pakaian, dokumen penting, hingga perabotan rumah tangga ke lokasi yang lebih aman.
Sarah Rangkuti, salah seorang warga, mengaku kepanikan mulai terasa ketika terdengar teriakan warga yang memberitahu adanya kebakaran.
“Awalnya ada warga yang berteriak memberitahu bahwa terjadi kebakaran. Setelah kami lihat, ternyata api berasal dari area pabrik,” ujarnya.
Warga dan penjaga pabrik sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kobaran apinya terlalu besar, panasnya juga sangat menyulitkan,” tutur Sarah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Wandro Malau, menjelaskan bahwa fokus utama petugas saat kejadian adalah mencegah api merambat ke bangunan lain dan
memastikan keselamatan warga sekitar. Mengenai penyebab kebakaran, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan.
“Saat kejadian, fokus kami adalah pemadaman. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan akan disampaikan setelah pendataan selesai dilakukan,” jelasnya.
Perjuangan petugas akhirnya membuahkan hasil setelah hampir 20 jam melakukan pemadaman. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.50 WIB pada hari berikutnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut meninggalkan kerugian besar dan memaksa sejumlah keluarga mengungsi sementara.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja, terutama pada bangunan yang menyimpan material mudah terbakar dalam jumlah besar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran pabrik mainan dan plastik di Medan Johor masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































