Bagi sebagian orang, kegagalan mungkin menjadi akhir dari sebuah harapan. Namun, bagi Azrha Lathifunnisa, murid kelas XII E MAN 1 Yogyakarta, kegagalan justru menjadi titik balik untuk berjuang lebih keras. Setelah belum berhasil melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Azrha memilih bangkit dan mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Perjuangan itu pun berbuah manis ketika namanya dinyatakan lolos di Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta.
“Saya merasa sangat bersyukur, senang, dan lega. Walaupun Statistika UNY adalah pilihan kedua, saya tetap sangat bersyukur karena jurusan yang saya dapatkan sesuai dengan minat saya. Saya percaya bahwa ini adalah jalan terbaik untuk saya,” ungkap Azrha.
Ketertarikan Azrha terhadap angka bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah menyukai mata pelajaran yang berkaitan dengan numerik. Ia sering mendapatkan nilai baik pada bidang tersebut. Ketertarikan itu berlanjut hingga MTs. Azrha cukup sering mengikuti olimpiade matematika, tetapi gelar juara belum berpihak padanya. Walaupun hasilnya tidak sesuai harapan, pengalaman itu memberikan banyak pelajaran dan membuat Azrha semakin tertarik untuk mempelajari bidang tersebut.
Memasuki jenjang MA, perjalanan Azrha tidak selalu berjalan mulus. Materi pelajaran yang semakin kompleks sempat membuatnya merasa kemampuan numeriknya tidak lagi sebaik saat di jenjang sebelumnya. Namun, dibandingkan dengan mata pelajaran lain, ia tetap lebih menyukai bidang numerik.
Baginya, pelajaran berhitung selalu memiliki daya tarik tersendiri. Kepastian jawaban dalam setiap proses perhitungan menjadi alasan mengapa ia lebih menikmati mata pelajaran numerik dibandingkan mata pelajaran lain.
“Ada tantangan tersendiri saat mengerjakan soal-soal perhitungan. Ketika berhasil menemukan jawaban yang benar, ada kepuasan yang saya rasakan,” ujarnya.
Di sisi lain, kesibukannya dalam organisasi juga membuat fokus belajarnya sempat terbagi. Namun, justru dari organisasi itulah Azrha menemukan ketertarikan baru yang semakin menguatkan pilihannya terhadap Statistika. Sebagai sekretaris Dewan Ambalan Pramuka, ia sering mengelola berbagai data administrasi, mulai dari pendataan peserta kegiatan hingga pengelolaan dokumen kepanitiaan.
Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa pengolahan data merupakan pekerjaan yang ia nikmati. Ketika dipadukan dengan kecintaannya terhadap bidang numerik, Statistika menjadi pilihan yang terasa paling sesuai dengan minat sekaligus kemampuannya.
Persiapan menghadapi SNBT dilakukan sejak awal kelas XII. Azrha belajar secara bertahap, dimulai dengan fokus pada satu materi sebelum berpindah ke materi lain. Ia juga rutin mengikuti berbagai try out gratis yang ditemukannya melalui media sosial sebagai sarana mengukur kemampuan.
Selain belajar mandiri, Azrha mengikuti bimbingan belajar di dekat rumah. Tentor yang telah dikenalnya sejak lama membuat proses belajar terasa lebih nyaman. Ia juga sesekali belajar bersama teman-temannya, meskipun ia mengakui lebih mudah berkonsentrasi ketika belajar sendiri.
Perjuangan Azrha tidak lepas dari berbagai tantangan. Ia mengaku sering berhadapan dengan rasa malas, kebiasaan menunda pekerjaan, dan rasa kurang percaya diri. Namun, ia berusaha mengatasinya dengan membangun kebiasaan belajar yang konsisten serta terus meyakinkan diri bahwa keberhasilan selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari.
Semangat tersebut juga diperkuat oleh dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Orang tua selalu menjadi sumber doa dan motivasi terbesar. Sang ayah selalu mengingatkannya agar tidak pernah lupa meminta doa kepada ibunya.
“Ayah sering berpesan supaya saya selalu meminta doa dari ibu, karena doa ibu adalah segalanya,” ujarnya.
Sementara guru dan teman-teman menghadirkan dorongan melalui cara yang sederhana namun bermakna. Melihat teman-temannya tetap belajar saat jam istirahat sering kali membuat Azrha termotivasi untuk tidak bermalas-malasan.
Kini, langkah Azrha menuju Program Studi Statistika FMIPA UNY menjadi awal untuk mewujudkan cita-citanya. Ia ingin mengembangkan kemampuan analisis data dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada data yang akurat.
Perjalanan panjang yang telah dilaluinya memberikan pelajaran berharga baginya.
“Jangan takut untuk bermimpi besar. Mulailah dari hal-hal kecil dan jangan menunggu waktu yang sempurna. Tetap percaya pada proses yang sedang dijalani. Setiap usaha yang dilakukan sekarang pasti akan memberikan hasil di masa depan,” ujar Azrha.
Azrha pun memiliki sebuah kalimat sederhana yang selalu menguatkannya saat semangat mulai menurun, “Kemalasan hari ini menjadi penyesalan di masa depan.”
Kalimat tersebut merupakan cerminan dari perjalanan yang telah ia lalui. Dari kegagalan di SNBP, kerja keras menghadapi SNBT, hingga akhirnya berhasil diterima di jurusan yang sesuai dengan minatnya, Azrha membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang pertama dipilih. Terkadang, jalan terbaik justru hadir setelah seseorang memilih untuk tidak berhenti berusaha.
Penulis: Malya Adzillina Silmi, S.Si. (Guru MAN 1 Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































