Di balik setiap prestasi, selalu ada cerita tentang kerja keras, doa, dan keberanian untuk mencoba. Kisah itulah yang sedang ditorehkan oleh Hafaz Muhammad Bintang, seorang pemuda yang berhasil lolos seleksi Lomba Sahril Quran dalam ajang SEIBA (Sepekan Berkreativitas Bersama Internasional Festival). Seleksi tingkat wilayah tersebut diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan menjadi langkah awal menuju kompetisi yang akan digelar di Sumatera Barat.
Keberhasilan itu tentu bukan diraih dalam semalam. Sejak mengetahui adanya seleksi, Hafaz mulai mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia membagi waktu antara aktivitas sehari-hari dan latihan agar mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri. Baginya, setiap latihan bukan hanya tentang menghafal naskah, tetapi juga memahami makna, mengatur intonasi, serta menyampaikan pesan Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.
Suasana seleksi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dipenuhi semangat dan persaingan yang sehat. Peserta dari berbagai daerah datang dengan kemampuan terbaik mereka. Masing-masing membawa harapan yang sama, yaitu menjadi wakil yang akan melangkah ke tingkat berikutnya.
Di tengah ketatnya persaingan, Hafaz tetap berusaha tenang. Rasa gugup yang sempat muncul tidak membuatnya kehilangan fokus. Ia percaya bahwa hasil terbaik hanya bisa diraih dengan usaha yang maksimal dan doa yang tidak pernah putus.
“Yang bisa saya lakukan hanyalah memberikan penampilan terbaik. Soal hasil, saya serahkan kepada Allah SWT,” ungkap Hafaz.
Kalimat sederhana itu menggambarkan prinsip yang selalu ia pegang. Baginya, kemenangan bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga tentang keberanian untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan tidak takut menghadapi tantangan.
Hari pengumuman menjadi momen yang paling mendebarkan. Setelah menunggu dengan penuh harap, namanya akhirnya diumumkan sebagai salah satu peserta yang dinyatakan lolos. Rasa syukur pun tak dapat disembunyikan. Senyum bahagia menghiasi wajahnya ketika mengetahui bahwa perjuangannya selama ini membuahkan hasil.
Kelolosan tersebut menjadi langkah baru bagi Hafaz Muhammad Bintang. Ia kini bersiap menghadapi kompetisi Sahril Quran pada ajang SEIBA di Sumatera Barat. Kesempatan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga amanah untuk membawa nama baik daerah, kampus, dan orang-orang yang telah mendukung perjalanannya.
Bagi Hafaz, mengikuti SEIBA bukan sekadar mengejar prestasi. Ia ingin menjadikan ajang ini sebagai tempat untuk menambah pengalaman, memperluas wawasan, mempererat silaturahmi dengan peserta dari berbagai daerah, serta menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengangkat nilai-nilai Al-Qur’an melalui seni bertutur yang indah dan penuh makna.
Perjalanan Hafaz Muhammad Bintang membuktikan bahwa setiap mimpi membutuhkan keberanian untuk dimulai. Kerja keras, disiplin, dan doa menjadi bekal yang mengantarkannya melewati setiap tahapan seleksi. Kini, langkahnya mengarah ke Sumatera Barat dengan membawa harapan besar untuk memberikan penampilan terbaik.
Semoga perjalanan ini menjadi awal dari lahirnya prestasi-prestasi berikutnya, sekaligus menginspirasi lebih banyak anak muda agar tidak ragu mengembangkan bakat, mengambil peluang, dan percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya menuju keberhasilan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































