Malang – Sebagai bentuk implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan kegiatan edukasi kebangsaan di TPQ Ar-Roudhloh, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak sejak usia dini melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, permainan edukatif, serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan untuk menciptakan suasana belajar yang hangat dan akrab. Tim mahasiswa mengajak para santri berinteraksi melalui percakapan ringan sebelum memasuki materi utama. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak-anak merasa nyaman, lebih percaya diri, dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pada sesi penyampaian materi, mahasiswa memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga mudah dipahami. Melalui contoh-contoh sederhana, anak-anak diajak mengenal pentingnya bersikap jujur, saling menghormati, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Agar pembelajaran berlangsung lebih menarik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Dalam sesi ini, para santri diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman mengenai sikap saling membantu, hidup rukun, serta bekerja sama dengan teman maupun keluarga. Diskusi tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana belajar semakin meriah ketika mahasiswa mengajak para santri mengikuti permainan edukatif yang mengangkat nilai gotong royong. Melalui permainan tersebut, anak-anak belajar menyelesaikan tantangan secara bersama-sama, saling membantu, menghargai pendapat teman, dan membangun kerja sama dalam kelompok. Metode pembelajaran berbasis permainan dipilih karena mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempraktikkan nilai persatuan secara langsung.
Sebagai bentuk penanaman rasa cinta tanah air, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia secara bersama-sama. Dengan penuh semangat, para santri mengikuti setiap lagu yang dinyanyikan. Selain melatih keberanian dan rasa percaya diri, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia sekaligus memperkenalkan identitas nasional kepada anak-anak sejak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari mendengarkan materi, berdiskusi, mengikuti permainan, hingga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan bersama. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai nilai-nilai kebangsaan akan lebih mudah dipahami apabila dikemas melalui metode yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Apresiasi juga disampaikan oleh ustadz pengajar TPQ Ar-Roudhloh terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang memadukan materi, diskusi, permainan edukatif, dan lagu-lagu kebangsaan mampu menarik perhatian anak-anak sehingga mereka lebih mudah memahami nilai-nilai Pancasila. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PBA Universitas Islam Malang. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan edukasi kebangsaan ini, mahasiswa PBA Universitas Islam Malang berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman karakter melalui kegiatan sederhana seperti diskusi, permainan edukatif, dan lagu-lagu kebangsaan diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki semangat gotong royong, menghargai keberagaman, menjunjung tinggi persatuan, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Penulis: Farel Putra Andriyoso & Muhammad Arofat Alfan Hermansyah
NIM: 22501015013 & 22501015016
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































