Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Saat ini, penggunaan internet, media sosial, marketplace, serta berbagai aplikasi digital telah menjadi bagian penting dalam proses pemasaran dan pengembangan usaha. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak mencari informasi, melakukan komunikasi, dan berbelanja melalui platform digital. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang di RW 011, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi digital serta Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan dalam mendukung kegiatan usaha masyarakat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi usaha warga yang cukup besar, terutama pada bidang kuliner dan jasa. Sebagian besar masyarakat telah memiliki smartphone dan menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, namun penggunaannya untuk promosi, pemasaran, dan pengelolaan usaha masih belum dilakukan secara optimal.
Literasi digital merupakan kemampuan individu untuk memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif, aman, dan bertanggung jawab. Dalam konteks UMKM, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat elektronik, tetapi juga kemampuan untuk membuat konten promosi, mengelola media sosial, berkomunikasi dengan pelanggan, memanfaatkan marketplace, serta memahami peluang pasar melalui media digital. Dengan kemampuan tersebut, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar seperti pada metode promosi konvensional.
Selain literasi digital, kegiatan PKM ini juga memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI sebagai teknologi yang dapat membantu masyarakat bekerja lebih cepat, kreatif, dan efisien. AI merupakan teknologi yang mampu membantu proses analisis data, pembuatan konten, pengambilan keputusan, hingga pelayanan pelanggan. Bagi pelaku UMKM, penggunaan AI dapat diterapkan melalui berbagai aplikasi yang mudah diakses menggunakan smartphone. Contohnya, ChatGPT dapat digunakan untuk membantu membuat ide promosi, deskripsi produk, caption media sosial, dan kalimat pemasaran. Canva AI dapat membantu membuat desain poster, katalog, serta konten visual yang menarik, sedangkan CapCut AI dapat digunakan untuk membuat video promosi produk secara lebih praktis dan kreatif.
Pemanfaatan AI dalam pemasaran digital dapat memberikan banyak manfaat bagi pelaku usaha. AI dapat membantu menganalisis tren pasar dan perilaku konsumen, membuat konten promosi secara lebih cepat, menentukan target pemasaran yang sesuai, serta membantu merespons pertanyaan pelanggan melalui fitur chatbot. Dengan adanya teknologi tersebut, pelaku UMKM tidak harus memiliki kemampuan desain atau pemasaran yang tinggi untuk mulai mempromosikan produknya. Mereka dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan tampilan usaha di media digital.
Dalam pelaksanaan kegiatan PKM, masyarakat diberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan secara bertahap. Strategi tersebut meliputi pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan. Selain itu, peserta juga diberikan arahan untuk membuat konten yang edukatif, informatif, dan promosi secara konsisten agar dapat menarik perhatian konsumen. Penggunaan WhatsApp Business juga diperkenalkan sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk mengirim katalog produk, informasi promo, serta melayani pelanggan secara lebih profesional.
Branding digital juga menjadi bagian penting dalam materi yang diberikan kepada masyarakat. Branding digital merupakan upaya membangun identitas dan citra usaha melalui media digital agar produk lebih mudah dikenal, diingat, dan dipercaya oleh konsumen. Dalam membangun branding, pelaku UMKM perlu memiliki identitas visual yang konsisten, seperti penggunaan logo, warna, desain, dan gaya komunikasi yang seragam. Selain itu, pelaku usaha juga perlu menyampaikan cerita atau keunikan produk melalui strategi storytelling agar pelanggan merasa lebih dekat dengan usaha yang dijalankan.
Meskipun teknologi digital menawarkan banyak peluang, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi masyarakat dalam proses transformasi digital. Tantangan tersebut antara lain masih rendahnya tingkat literasi digital, keterbatasan waktu karena pelaku usaha fokus pada kegiatan operasional harian, minimnya perangkat digital yang memadai, serta adanya rasa takut atau belum terbiasa menggunakan teknologi baru. Oleh sebab itu, kegiatan pendampingan dan pelatihan perlu dilakukan secara sederhana, praktis, dan berkelanjutan agar masyarakat dapat memahami teknologi secara bertahap serta mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan masyarakat RW 011 Kelurahan Pela Mampang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memanfaatkan teknologi digital serta AI. Penerapan teknologi digital dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar hingga di luar wilayah tempat tinggal, meningkatkan efisiensi biaya promosi, mempercepat komunikasi dengan pelanggan, serta meningkatkan produktivitas usaha. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dapat membantu masyarakat mengambil keputusan usaha berdasarkan informasi dan kebutuhan pasar yang lebih nyata.
Pada akhirnya, pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital dan pemanfaatan AI bukan hanya menjadi pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin berkembang. Dengan adanya pengetahuan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas usaha.


PENULIS : Anna Ayu Styani, Naila Tazkiah Salsabila, Noval Arafi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































