Yogyakarta – Pelataran Candi Prambanan kembali dipenuhi ribuan penikmat musik dalam gelaran Prambanan Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-12, festival ini mengusung tema “Celebrate The Joy”, menghadirkan perpaduan musik, seni, budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu panggung berskala internasional.
Sejumlah musisi dunia dan Indonesia tampil memeriahkan festival, di antaranya NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose, Joey Alexander, Tulus, MALIQ & D’Essentials, Kahitna, Ari Lasso, hingga KLa Project.
CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan tema tahun ini mencerminkan semangat kebersamaan dan menjadikan festival sebagai ruang perjumpaan lintas generasi.
“Prambanan Jazz Festival kami tempatkan ibarat rumah untuk pulang. Festival ini bukan hanya panggung musik, tetapi ruang yang dapat dinikmati semua kalangan. Melalui ‘Celebrate The Joy’, kami ingin mengajak semua orang merayakan kebahagiaan bersama,” ujarnya.
Tak hanya menyuguhkan konser musik, festival juga menghadirkan pengalaman seni yang lebih kaya. Seniman kontemporer Eko Nugroho dipercaya sebagai Commissioned Artist dengan menghadirkan instalasi visual bertema sukacita dan keberagaman. Ia juga menampilkan pertunjukan Wayang Bocor, kolaborasi lintas disiplin bersama Ki Catur Kuncoro, Ari Wulu, Eko Supriyanto, dan Didik Nini Thowok yang memadukan wayang, musik, tari, dan seni rupa.

Festival Curator Prambanan Jazz, Shadu Rasjidi, menegaskan identitas jazz tetap menjadi fondasi utama festival meski terus berkembang mengikuti dinamika industri musik.
“Festival harus terus berkembang, tetapi tidak boleh kehilangan identitasnya. Karena itu kami menjaga keseimbangan antara kualitas musikal dan penguatan unsur jazz di setiap penyelenggaraan,” katanya.
Komitmen terhadap regenerasi musisi diwujudkan melalui program Playing Jazz dan I’m Jazz a Kids, yang memberi ruang bagi musisi lintas genre serta talenta muda untuk mengeksplorasi musik jazz bersama para musisi senior.
Prambanan Jazz 2026 juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Bersama Get Plastic dan Lokalogi, penyelenggara menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu, sementara Panggung Langgam dioperasikan menggunakan bahan bakar hasil olahan sampah plastik sebagai bagian dari inovasi festival ramah lingkungan.
Konsep festival ramah keluarga turut dihadirkan melalui Kids Area by Tiny Tunes Ville yang menyediakan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif bagi anak-anak.
Dukungan dari berbagai mitra, termasuk BRI, TipTip, dan PT Taman Wisata Candi, turut memperkuat penyelenggaraan festival sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa mengabaikan pelestarian kawasan warisan budaya.
Suasana festival semakin semarak sejak hari pertama saat Michael Learns To Rock membawakan lagu-lagu legendaris seperti Paint My Love, 25 Minutes, Sleeping Child, dan Nothing to Lose. Hari kedua giliran Kahitna mengajak penonton bernostalgia melalui sederet lagu romantis, sementara penampilan GIGI, Letto, dan sejumlah musisi nasional lainnya turut memanaskan atmosfer festival.
Puncak kemeriahan digelar pada Minggu (5/7) dengan penampilan Jikustik, Fariz RM, Tulus, MALIQ & D’Essentials, KLa Project, hingga Ari Lasso sebagai penutup rangkaian Prambanan Jazz Festival 2026.
Dengan menghadirkan musik kelas dunia, seni visual, budaya, konsep ramah keluarga, dan kepedulian terhadap lingkungan, Prambanan Jazz Festival kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival musik paling bergengsi di Indonesia, sekaligus menjadikan Candi Prambanan sebagai ruang perayaan kebahagiaan yang menyatukan ribuan orang dari berbagai latar belakang. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































