Dua Arsitek, Satu Visi: Iwan Sunito dan Koichi Takada Rancang “City Within a City” Baru untuk Sydney
JAKARTA, 17 Juli 2026 — Arsitek sekaligus pengembang kelahiran Indonesia, Iwan Sunito, berkolaborasi dengan arsitek internasional ternama Koichi Takada untuk merancang kawasan mixed-use senilai sekitar AUD1,9 miliar atau setara Rp25 triliun di Five Dock, Sydney.
Kolaborasi ini mempertemukan dua sosok yang selama bertahun-tahun turut membentuk wajah modern Sydney melalui karya dan filosofi desain yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu ambisi besar: menghadirkan sebuah destinasi perkotaan yang tidak hanya ikonik secara visual, tetapi juga menawarkan cara baru bagi masyarakat untuk tinggal, bekerja, berkumpul, dan menikmati kehidupan kota.
Berlokasi di kawasan Kings Bay Precinct, Inner West Sydney, proyek ini akan dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 14.100 meter persegi dengan potensi pengembangan mencapai sekitar 80.400 meter persegi Gross Floor Area (GFA) berdasarkan proposal Floor Space Ratio (FSR) sebesar 5,7:1.
Masterplan Five Dock dirancang untuk menghadirkan sekitar 840 hunian baru, hotel, ruang komersial dan retail, fasilitas komunitas, ruang publik, konektivitas pejalan kaki, serta komponen hunian terjangkau dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Namun bagi Iwan Sunito dan Koichi Takada, Five Dock tidak dirancang sekadar menjadi kumpulan bangunan.
Visi mereka adalah menciptakan sebuah “city within a city” — sebuah kawasan yang memiliki identitas, karakter, dan dinamika kehidupannya sendiri; sebuah destinasi yang ingin dikunjungi orang bahkan ketika mereka tidak tinggal ataupun bekerja di sana.
“Kami tidak ingin Five Dock menjadi proyek mixed-use konvensional yang hanya menempatkan hunian di atas podium retail. Kami ingin menciptakan sesuatu yang berani, tidak terduga, dan benar-benar baru bagi Sydney,” ujar Iwan Sunito, Founder dan Group CEO One Global Capital.
“Kami ingin orang datang bukan karena mereka harus datang, tetapi karena kawasan ini menawarkan sebuah pengalaman—melalui arsitektur, lanskap, hospitality, kuliner, seni, budaya, dan ruang publik yang benar-benar hidup.”

Dua Arsitek, Satu Visi
Five Dock memiliki karakter yang unik karena mempertemukan dua arsitek dengan perjalanan profesional dan filosofi desain yang berbeda, namun saling melengkapi.
Iwan Sunito meraih gelar Bachelor of Architecture with Honours dan Master of Construction Management dari UNSW Sydney sebelum menjadi arsitek terdaftar di New South Wales dan membangun reputasinya sebagai salah satu pengembang properti paling dikenal di Sydney.
Latar belakang tersebut membentuk cara pandang Iwan terhadap pengembangan kota. Baginya, sebuah proyek tidak hanya diukur dari nilai investasi, luas bangunan, atau kelayakan finansial, tetapi juga dari kualitas pengalaman manusia yang tercipta di dalamnya.
Selama lebih dari 25 tahun, Iwan telah memimpin berbagai proyek residensial dan mixed-use yang turut membentuk skyline Sydney.
Di sisi lain, Koichi Takada dikenal secara internasional melalui pendekatan desainnya yang organik, emosional, dan terinspirasi oleh alam. Karya-karyanya menempatkan hubungan antara manusia, arsitektur, lanskap, dan lingkungan sebagai inti dari pengalaman sebuah ruang.
Five Dock mempertemukan perspektif Iwan sebagai arsitek, pengembang, investor, dan pembentuk komunitas dengan keberanian artistik serta pendekatan desain khas Koichi Takada.
Kolaborasi ini bukan sekadar hubungan antara pengembang dan konsultan desain. Ini adalah pertemuan dua arsitek dengan satu visi: menciptakan salah satu destinasi perkotaan paling berkarakter bagi generasi baru Sydney.
“Sebagai arsitek, saya selalu percaya bahwa bangunan terbaik bukan hanya indah untuk dilihat. Sebuah bangunan dan kawasan harus mampu mengubah cara orang hidup, bekerja, berinteraksi, dan merasakan ritme kehidupan kota,” kata Iwan.
“Bersama Koichi, kami ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar out of the box—sebuah kawasan yang tidak mengikuti formula masa lalu, tetapi menetapkan standar baru bagi generasi berikutnya.”
Melampaui Formula Mixed-Use Konvensional
Sebagian besar proyek mixed-use dibangun dengan formula yang relatif serupa: retail di lantai dasar, hunian di atasnya, dan ruang publik sebagai elemen pelengkap.
Five Dock memilih pendekatan yang berbeda.
Dalam masterplan ini, pengalaman manusia dan kualitas ruang publik justru ditempatkan sebagai titik awal perancangan. Bangunan, lanskap, jalur pejalan kaki, plaza, retail, hotel, restoran, ruang hijau, seni, dan fasilitas komunitas dirancang sebagai satu pengalaman yang saling terhubung.
Tim desain juga akan mengeksplorasi bentuk arsitektur yang lebih organik, bangunan dengan identitas yang berbeda namun tetap harmonis sebagai satu kesatuan, serta ruang terbuka yang mendorong interaksi masyarakat dari pagi hingga malam hari.
Lebih dari sekadar alamat baru di Sydney, Five Dock diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat Inner West maupun Sydney secara lebih luas.
“Kami tidak hanya bertanya berapa banyak bangunan yang dapat ditempatkan di atas lahan ini. Pertanyaan kami adalah: pengalaman seperti apa yang belum pernah dihadirkan sebuah kawasan mixed-use bagi masyarakat Sydney?” ujar Iwan.
“Five Dock harus menjadi tempat yang membangkitkan rasa ingin tahu, menghadirkan inspirasi, dan membuat orang ingin kembali lagi.”
Inspirasi Global dengan Jiwa Sydney
Desain Five Dock akan mengambil inspirasi dari berbagai kawasan perkotaan terbaik di dunia tanpa meniru satu model tertentu.
Sebaliknya, kawasan ini akan merespons karakter khas Sydney—iklimnya, budaya ruang luar, keberagaman masyarakat, serta hubungan yang erat antara kota, alam, dan komunitas.
Proyek ini juga menjadi ruang pertemuan antara semangat komunal Asia dan gaya hidup Australia.
Sebagai putra Indonesia yang telah tinggal dan berkarya di Australia selama lebih dari empat dekade, Iwan melihat Five Dock sebagai kesempatan untuk membawa kehangatan komunitas Asia, budaya kuliner, dan energi kehidupan kota ke dalam bahasa desain kontemporer Sydney.
“Five Dock akan memiliki jiwa Sydney dengan perspektif global. Sebuah tempat di mana arsitektur, alam, kuliner, hospitality, budaya, dan kehidupan masyarakat bertemu dalam satu pengalaman perkotaan,” kata Iwan.
Lebih dari Sebuah Gedung Ikonik
Bagi Iwan Sunito, Five Dock merupakan kesempatan untuk melampaui pencapaian proyek-proyek sebelumnya.
Selama lebih dari seperempat abad, ia dikenal melalui berbagai proyek residensial dan mixed-use yang menjadi bagian dari skyline Sydney. Namun bagi Iwan, keberhasilan Five Dock tidak akan diukur semata-mata dari tinggi menara, nilai investasi, atau bentuk arsitekturnya.
Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kawasan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan menciptakan kenangan bagi generasi yang akan datang.
“Sebuah bangunan dapat menjadi ikon karena bentuknya. Namun sebuah kawasan menjadi legendaris karena kenangan, pengalaman, dan kehidupan yang tumbuh di dalamnya,” ujar Iwan.
“Dulu kami membangun gedung-gedung yang turut membentuk skyline Sydney. Di Five Dock, kami ingin membangun sesuatu yang lebih besar daripada sebuah bangunan—kami ingin menciptakan sebuah tempat yang hidup.”
Dengan nilai pengembangan sekitar AUD1,9 miliar atau setara Rp25 triliun, Five Dock menjadi proyek terbesar yang dipimpin Iwan Sunito sepanjang perjalanan kariernya di Australia sekaligus menandai babak baru bagi One Global Capital: dari membangun gedung-gedung ikonik menuju penciptaan ekosistem perkotaan yang hidup, terhubung, dan dirancang untuk bertahan lintas generasi.
Two Architects. One Vision. Infinite Possibilities.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































