Gresik, 5 Juni 2026 – Upaya memperkuat kesehatan mental dan karakter peserta didik terus menjadi perhatian dunia pendidikan. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan psikologis siswa, Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Penanaman Daya Lenting Siswa Melalui Guru Wali” pada Jumat (5/6/2026) di SMPN 24 Gresik.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Evi Winingsih, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Unesa, sebagai narasumber utama. Acara berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh Kepala SMPN 24 Gresik, H. Muhammad Kholik, S.Sos, beserta para guru wali yang menjadi peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 24 Gresik menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, guru wali memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan peserta didik, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam aspek sosial dan emosional. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru wali dalam menanamkan daya lenting kepada siswa menjadi kebutuhan yang sangat relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Evi Winingsih menjelaskan bahwa daya lenting (resilience) merupakan kemampuan individu untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap berkembang secara positif ketika menghadapi berbagai tekanan, kesulitan, maupun kegagalan dalam kehidupan. Menurut beliau, siswa yang memiliki daya lenting yang baik akan lebih mampu mengelola emosi, menyelesaikan masalah secara konstruktif, serta mempertahankan motivasi belajar meskipun menghadapi berbagai hambatan.

“Daya lenting bukanlah kemampuan yang muncul secara otomatis, melainkan dapat ditumbuhkan melalui lingkungan yang suportif, hubungan yang positif, serta pendampingan yang tepat dari orang-orang terdekat, termasuk guru wali di sekolah,” ungkap ibu Dr. Evi Winingsih S.Pd., M.Pd., di hadapan para peserta
Pelatihan ini dirancang secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan materi, diskusi kelompok, refleksi pengalaman, serta berbagai aktivitas yang membantu peserta memahami konsep daya lenting secara mendalam. Para guru wali diajak untuk mengenali faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan psikologis siswa sekaligus mempelajari strategi praktis dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya sikap tangguh, optimis, dan pantang menyerah.

Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya komunikasi empatik, pemberian dukungan emosional, serta penguatan potensi diri siswa sebagai bagian dari upaya menumbuhkan daya lenting. Melalui pendekatan tersebut, guru wali diharapkan mampu menjadi figur pendamping yang tidak hanya membantu siswa menyelesaikan permasalahan, tetapi juga mendorong mereka menemukan kekuatan dalam diri untuk menghadapi tantangan kehidupan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para guru wali menunjukkan partisipasi aktif melalui berbagai sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman terkait pendampingan siswa di sekolah.

Kegiatan PKM ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang semakin peduli terhadap pengembangan karakter dan kesehatan mental siswa.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, SMPN 24 Gresik diharapkan mampu memperkuat peran guru wali sebagai garda terdepan dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya lenting yang kuat, mampu menghadapi perubahan zaman, serta siap berkembang menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan berkarakter.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































