Yogyakarta — Hari kedua Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MAN 1 Yogyakarta berlangsung semakin semarak dengan kehadiran kreator konten sekaligus alumnus MAN 1 Yogyakarta, Kafka Hammam, Selasa (14/7/2026). Di hadapan para murid baru, ia membagikan pengalaman tentang keberanian mencoba, menentukan prioritas, dan membangun karya di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Yogyakarta tersebut menjadi salah satu sesi inspiratif dalam rangkaian MATAMUDA. Kehadiran Kafka mendapat sambutan antusias dari para peserta, terutama karena ia dikenal melalui berbagai konten permainan Minecraft dan Backrooms yang banyak diminati pengguna media sosial.
Kafka merupakan kreator konten yang berhasil meraih lebih dari 400 ribu pelanggan di YouTube dalam waktu kurang dari satu tahun. Kemampuannya memahami algoritma media sosial membuat sejumlah kontennya menjangkau banyak penonton dan masuk dalam daftar konten yang sedang populer.
Selain aktif sebagai YouTuber, Kafka juga menekuni bidang pemasaran digital dan tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia aktif menjadi mentor bisnis, pembicara publik, serta mengembangkan usaha sebagai pengusaha muda. Pengalamannya di dunia kreatif bahkan telah dimulai sejak usia 13 tahun ketika ia berkarier sebagai pengisi suara profesional.
Dalam pemaparannya, Kafka menegaskan bahwa keberanian mencoba menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk berkembang.
“Kita sebagai generasi muda harus berani mencoba,” ujarnya di hadapan para peserta MATAMUDA.
Menurutnya, proses berkembang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga keberanian mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Seseorang perlu melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan tidak mudah berhenti ketika mengalami kegagalan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menentukan prioritas. Banyaknya pilihan dan kegiatan yang ingin dilakukan secara bersamaan justru dapat menimbulkan tekanan apabila tidak disertai pengelolaan waktu dan tujuan yang jelas.

Ia turut memperkenalkan konsep Golden Circle, yakni memulai sesuatu dari pertanyaan “why” atau alasan, kemudian menentukan “how” atau cara, dan dilanjutkan dengan “what” atau tindakan nyata. Dengan memahami alasan utama di balik suatu kegiatan, seseorang akan lebih mudah menjaga konsistensi dan menentukan langkah untuk mencapai tujuannya. Ia juga mengajak peserta membangun kebiasaan produktif sejak awal hari. Menurutnya, aktivitas positif pada pagi hari dapat membantu menjaga semangat dan produktivitas hingga kegiatan berakhir.
Tidak kalah penting, Kafka mendorong para murid untuk berani membagikan pengalaman, gagasan, dan sudut pandang melalui media yang tersedia. Setiap orang memiliki pengalaman dan perspektif yang berbeda sehingga tidak perlu takut untuk mulai berkarya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran alumni berprestasi dalam kegiatan MATAMUDA diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan oleh murid.
“Kehadiran Kafka menunjukkan bahwa kesuksesan dapat dibangun melalui keberanian mencoba, kreativitas, kerja keras, dan konsistensi. Kami berharap para murid baru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya yang positif dan bermanfaat,” tutur Edi.
Melalui sesi bersama Kafka, peserta MATAMUDA tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia kreator konten, tetapi juga belajar bahwa perjalanan menuju keberhasilan selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama. Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para murid baru dalam memulai perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar MAN 1 Yogyakarta. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































