BANYUWANGI – Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan edukasi dan pelatihan untuk para petani di Dusun Mojoroto, Desa Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (20/7/2026). Kegiatan bertajuk BARA MANDIRI “Briket Arang Sekam Padi untuk Kemandirian Tegalsari, Banyuwangi” menjadi rangkaian dalam mengolah limbah sekam padi menjadi produk briket bioarang.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi pengolahan limbah sekam padi, dilanjutkan simulasi pembuatan produk briket sekam padi bersama para Kelompok Tani Cimandiri. Anggota BBK 8, Kukuh Satrio Wicaksono selaku PIC kegiatan mengatakan bahwa dengan adanya edukasi dan pelatihan pembuatan produk briket sekam padi dapat memberikan dampak baik terhadap lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. “Kami berharap lewat edukasi dan pelatihan pembuatan briket sekam padi ini, masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus mendapat manfaat dari sisi kesehatan dan ekonomi,” ujarnya.
Hadirkan Pembelajaran Berbasis Partisipatif
Melalui BARA MANDIRI, mahasiswa BBK 8 menggunakan metode pelaksanaan pendekatan partisipatif yaitu demonstrasi teknik pembuatan briket arang menggunakan limbah sekam padi. Melalui pembelajaran berbasis partisipatif diharapkan kelompok petani tidak hanya menerima materi mengenai konsep pengolahan limbah sekam padi. Tetapi juga mempraktikkan pembuatan limbah sekam padi melalui produk briket.

(Sumber: TIM BBK 8 Tegalsari)
Produk briket sekam padi merupakan inovasi pertama yang baru ada di Desa Tegalsari. Kukuh Satrio Wicaksono, mengatakan bahwa inovasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sisa hasil penggilingan padi yang tersebar dan menumpuk di sepanjang jalan desa. “Inovasi ini muncul karena banyaknya sisa penggilingan padi yang menumpuk di sepanjang jalan desa dan biasanya hanya dibakar begitu saja secara terbuka. Lewat pembuatan briket ini, bisa jadi salah satu cara baru dalam mengolah limbah sekam padi,” jelasnya

(Sumber: TIM BBK 8 Tegalsari)
Tingkatkan Pemahaman dan Dukung SDGs
Ketua Kelompok Tani Cimandiri mengapresiasi adanya edukasi dan pelatihan tersebut. “Kami selaku pengurus Kelompok Tani (Poktan) berterimakasih kepada adik-adik Universitas Airlangga atas ilmunya, ternyata sesuatu yang selama ini kami anggap sampah ternyata bisa bermanfaat bagi kami” tuturnya.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pengurangan polusi yang dapat memicu perubahan iklim serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui inovasi produk briket.
#SDG7 #AffordableandCleanEnergyeing #SDG8 #DecentWorkandEconomicGrowth #SDGsUNAIR
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































