TEGALMAJA, 17 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa melaksanakan kegiatan pembuatan kompor roket di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang dirancang agar sederhana, mudah dipahami, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kompor roket merupakan tungku berbahan bakar biomassa yang mengalirkan aliran udara dan panas melalui ruang bakar sehingga proses pembakaran berlangsung lebih terfokus. Dalam kegiatan KKM ini, mahasiswa membangun kompor roket secara langsung di lingkungan Desa Tegalmaja dengan konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi lokasi.
Proses pembuatannya dilakukan secara bertahap, mulai dari menentukan lokasi, menyiapkan rancangan dan bahan, menyusun ruang pembakaran, hingga merapikan konstruksi akhir. Mahasiswa juga melakukan pengecekan pada bagian utama tungku agar dapat digunakan dengan aman dan sesuai fungsi yang direncanakan.
“ Kami memilih kompor roket karena teknologinya sederhana dan prinsip cara kerjanya mudah dipahami. Harapannya, hasil kegiatan ini tidak berhenti sebagai proyek KKM, tetapi dapat menjadi contoh teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan atau dikembangkan kembali oleh masyarakat, ” ujar Dede Muhayat selaku Koordinator KKM 36.
Selain menghasilkan produk fisik, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Pembuatan kompor roket menuntut siswa menyesuaikan rencana dengan kondisi lapangan, memilih bahan yang tersedia, membagi pekerjaan, serta memastikan hasil pada akhirnya dapat digunakan secara praktis.
Kompor roket tidak bergantung pada sistem yang rumit dan dapat menggunakan biomassa kering seperti kayu atau mengomel sesuai kebutuhan. Pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan kondisi bahan bakar, ventilasi area, kestabilan konstruksi, dan keselamatan ketika tungku dibakar.
“ Kami ingin kegiatan KKM memiliki hasil yang bisa dilihat dan digunakan. Oleh karena itu, kami tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga mencoba mewujudkannya dalam bentuk fasilitas sederhana yang dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi warga ,” tambah Dede Muhayat selaku Koordinator KKM 36.
Pembuatan kompor roket diharapkan membuka ruang diskusi mengenai pemanfaatan bahan bakar biomassa secara lebih terarah. Masyarakat dapat melihat bentuk konstruksi dan cara kerja dasar tungku, lalu menilai kemungkinan penerapannya untuk kebutuhan tertentu di lingkungan desa.
“ Kami menyambut baik kegiatan pelajar yang menghasilkan sesuatu secara langsung. Kompor roket ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi dan ke masyarakat depan bisa dikembangkan lagi sesuai kebutuhan yang ada di desa ” kata Pak Iksan selaku Kepala Desa Tegalmaja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap kompor roket dapat menjadi salah satu contoh inovasi sederhana yang lahir dari kebutuhan lapangan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran KKM sebagai proses pengabdian yang tidak hanya terfokus pada program sesaat, tetapi juga mendorong adanya hasil nyata yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan setelah kegiatan siswa selesai.
Ke depan, pemanfaatan kompor roket dapat disertai uji penggunaan dan evaluasi sederhana, seperti kestabilan nyala, kebutuhan bahan bakar, waktu pemanasan, serta kenyamanan pengguna. Evaluasi ini dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan penggunaan berikutnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































