Yogyakarta — MAN 1 Yogyakarta kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan keislaman sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan Pengajian Senin Pagi yang disiarkan melalui Audio Sentral MAN 1 Yogyakarta pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika MAN 1 Yogyakarta, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Ustadz M. Yaser Arafat, M.A., dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus penggiat budaya, yang menyampaikan kajian bertajuk “Toponimi Berbasis Pohon di Yogyakarta dalam Perspektif Ekologi Islam dan Kearifan Lokal.”
Dalam pemaparannya, Ustadz M. Yaser Arafat menjelaskan bahwa penamaan wilayah di Yogyakarta yang diambil dari berbagai jenis pohon bukan sekadar penanda geografis, melainkan merupakan warisan budaya yang sarat akan nilai filosofis dan spiritual. Menurutnya, masyarakat Jawa sejak dahulu telah memadukan kearifan lokal dengan kesadaran ekologis yang selaras dengan ajaran Islam.
Ia menjelaskan bahwa dalam konsep Ekologi Islam, alam dipandang sebagai ayat-ayat Allah (ayatullah) yang mengajak manusia untuk mengenal kebesaran Sang Pencipta sekaligus menjaga kelestariannya. Oleh karena itu, setiap pohon yang ditanam tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga mengandung pesan moral dan spiritual bagi kehidupan manusia.
Salah satu contoh yang diangkat adalah pohon Gayam, yang secara filosofis dimaknai sebagai nggayuh (meraih cita-cita) dan ngayomi (memberikan perlindungan atau keteduhan). Nilai tersebut, menurut ia, selaras dengan misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, yakni menghadirkan manfaat, kasih sayang, serta ketenteraman bagi seluruh makhluk.
Kajian kemudian berlanjut pada makna keberadaan pohon Nagasari yang banyak ditemukan di kawasan pemakaman kuno. Pohon ini dipandang sebagai simbol pengingat akan kematian dan pentingnya senantiasa mengingat Allah SWT. Ia mengaitkan hal tersebut dengan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa setiap pohon yang ditanam dan memberikan manfaat bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya akan menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Tidak kalah menarik, Ustadz M. Yaser Arafat juga mengulas filosofi pohon Asem Jawa (Tamarindus indica) yang ditanam di sepanjang Jalan Margo Utomo hingga Malioboro sebagai bagian dari Sumbu Filosofis Yogyakarta. Kata asem dikaitkan dengan istilah sengsem atau nengsemake yang bermakna memikat hati. Filosofi tersebut mengandung pesan bahwa seorang muslim hendaknya mampu memikat hati orang lain melalui keindahan akhlakul karimah, bukan karena kedudukan ataupun materi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa daun muda pohon asem yang dikenal sebagai sinom melambangkan masa muda yang suci dan penuh harapan. Simbol ini menjadi pengingat pentingnya membangun karakter generasi muda melalui proses tazkiyatun nafs, yakni penyucian jiwa dengan memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan sejak usia dini.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian yang mengangkat tema unik dan relevan tersebut. Menurutnya, kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat dipahami secara kontekstual melalui budaya lokal tanpa kehilangan substansi ajaran agama.
“Pengajian seperti ini memberikan perspektif baru kepada seluruh warga madrasah bahwa lingkungan, budaya, dan agama merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan. Nilai-nilai filosofi yang diwariskan para leluhur ternyata sejalan dengan ajaran Islam tentang menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT. Kami berharap seluruh warga MAN 1 Yogyakarta semakin memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu melestarikan budaya yang sarat nilai edukatif dan spiritual,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa MAN 1 Yogyakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian-kajian yang memperluas wawasan keilmuan, memperkuat karakter religius, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa sebagai bagian dari implementasi pendidikan yang holistik. (ha)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































