Makassar – Menjelang diberlakukannya kebijakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang yang mulai menerima sampah residu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi bertajuk “Ekonomi Sirkular: Optimalisasi Nilai Sampah Anorganik melalui Pemanfaatan Berkelanjutan” di SMP Negeri 14 Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cara pandang baru kepada siswa bahwa sampah anorganik bukan sekadar limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat.
Berbeda dari edukasi pengelolaan sampah pada umumnya yang lebih banyak menekankan pentingnya memilah sampah, sosialisasi ini mengajak siswa memahami manfaat nyata yang dapat diperoleh dari kebiasaan tersebut. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, siswa diperkenalkan bahwa sampah dapat menjadi sumber penghasilan, diolah menjadi produk bernilai jual, maupun dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna.
Dalam kegiatan tersebut, fasilitator sosialisasi, Charles Chendratama, menjelaskan tiga bentuk pemanfaatan sampah anorganik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai jual untuk disetorkan ke bank sampah sehingga dapat menjadi tambahan uang saku atau tabungan. Kedua, mengolah sampah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ketiga, memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang berguna untuk kebutuhan sendiri sehingga dapat mengurangi pengeluaran.
Untuk memperkuat penyampaian materi, Charles turut menampilkan sejumlah karya hasil pemanfaatan sampah anorganik yang dibuat secara mandiri. Di antaranya lampu hias dari stik es krim, replika lampu tidur yang memanfaatkan mangkuk styrofoam bekas, botol susu fermentasi, kardus, dan stik es krim, serta jam dinding berbahan tutup botol bekas, karton, dan stik es krim. Berbagai karya tersebut menjadi contoh nyata bahwa barang yang sering dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk yang fungsional sekaligus memiliki nilai tambah.
“Adik-adik, jangan lihat sampah hanya sebagai barang yang harus dibuang. Coba lihat sebagai peluang. Kalau kalian mau mengumpulkan sampah yang masih bernilai, kalian bisa menjualnya ke bank sampah. Kalau lebih kreatif lagi, sampah itu bisa diolah menjadi barang yang bisa dijual atau dipakai sendiri. Jadi, dari sampah pun kalian bisa belajar mendapatkan uang jajan tambahan,” ujar Charles saat menyampaikan materi.
Ia kemudian menambahkan bahwa pendekatan tersebut dipilih agar siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga melihat adanya manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Menurutnya, ketika siswa menyadari bahwa sampah memiliki nilai ekonomi, mereka akan lebih terdorong untuk mengelolanya secara bijak dibanding hanya menerima imbauan untuk membuang atau memilah sampah.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut dan memberikan apresiasi atas materi yang dinilai relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Menurut pihak sekolah, pendekatan yang mengaitkan pengelolaan sampah dengan peluang ekonomi mampu menarik minat siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan mendatang dengan materi yang lebih beragam, sehingga dapat semakin memperkaya wawasan dan membangun kepedulian lingkungan serta jiwa kreatif peserta didik sejak dini.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap para siswa mulai membangun kebiasaan memanfaatkan sampah secara lebih bijaksana sesuai prinsip ekonomi sirkular. Langkah sederhana seperti menjual sampah ke bank sampah, mengolahnya menjadi produk kreatif, atau memanfaatkannya kembali di lingkungan rumah diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus berkembang, sehingga tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pengurangan timbulan sampah di Kota Makassar.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung edukasi lingkungan kepada generasi muda sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular sebagai solusi yang relevan terhadap tantangan pengelolaan sampah di perkotaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































