Di era digital, membangun hubungan dengan orang lain menjadi semakin mudah. Media sosial, organisasi, komunitas, dan berbagai kegiatan akademik memungkinkan seseorang memiliki jaringan yang luas. Namun, networking bukan sekadar tentang banyaknya orang yang dikenal, melainkan tentang kualitas hubungan yang dibangun dan manfaat yang dapat diberikan satu sama lain.
Dalam perspektif Estetika Humanisme (Human Literacy), building networking berkaitan dengan kemampuan manusia untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai perbedaan, dan memahami orang lain. Literasi manusia menjadi penting karena perkembangan teknologi tetap membutuhkan kemampuan manusiawi seperti komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, dan kreativitas.
Bagi mahasiswa, networking dapat dibangun melalui kegiatan organisasi, diskusi, seminar, komunitas, maupun kerja kelompok. Interaksi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda dapat memperluas wawasan, menambah pengalaman, sekaligus membuka peluang untuk berkolaborasi. Karena itu, networking sebaiknya dimulai sejak masa kuliah dan tidak hanya dilakukan ketika seseorang membutuhkan pekerjaan.
Networking yang baik juga perlu dilandasi prinsip mengenal, menghargai, dan memberi. Mengenal berarti terbuka terhadap orang lain, menghargai berarti menerima perbedaan, sedangkan memberi berarti bersedia berbagi pengetahuan, pengalaman, dan bantuan. Hubungan yang dibangun hanya berdasarkan kepentingan pribadi cenderung mudah berakhir, sedangkan hubungan yang dilandasi kepercayaan dan kepedulian dapat berkembang dalam jangka panjang.
Teknologi memang mempermudah manusia untuk terhubung, tetapi hubungan digital tetap membutuhkan sentuhan kemanusiaan. Banyaknya teman atau pengikut di media sosial tidak otomatis menunjukkan networking yang kuat. Yang lebih penting adalah adanya komunikasi yang baik, kepercayaan, dan hubungan yang saling memberikan manfaat.
Pada akhirnya, Building Networking bukan tentang seberapa banyak orang yang kita kenal, tetapi seberapa bermakna hubungan yang mampu kita bangun. Dalam semangat Human Literacy, networking seharusnya menjadi sarana untuk belajar, berkolaborasi, saling menghargai, dan berkembang bersama.
Karena itu, mahasiswa perlu membangun networking bukan hanya untuk mengejar peluang pribadi, tetapi juga untuk menciptakan ruang belajar dan berkembang bersama. Jejaring yang kuat bukan dibangun dari banyaknya orang yang kita kenal, melainkan dari kualitas hubungan, kepercayaan, dan nilai kemanusiaan yang kita hadirkan di dalamnya.
Oleh: Mohammad Rochfasingga – Mahasiswa Universitas Siber Asia
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































