ACEH SINGKIL — Dalam sebuah kajian komunikasi budaya terbaru, Rahmawan Cibro, seorang dosen STIK-P Medan, menyoroti eksistensi kekayaan budaya non-bendawi di Kabupaten Aceh Singkil yaitu tradisi Tukhun Kakhai. Di tengah arus modernisasi yang mengancam pelestarian budaya lokal, masyarakat setempat tetap mempertahankan tradisi ini melalui pendekatan komunikasi tradisional.
Pelaksanaan dan Makna Filosofis Tradisi
- Tukhun Kakhai secara harfiah diartikan sebagai “turun ke sungai” dalam bahasa Singkil.
- Ritual daur hidup berupa upacara “turun mandi” bayi yang baru lahir ini biasanya dilaksanakan pada hitungan hari ganjil seperti 7, 14, atau 21 hari setelah puput pusar.
- Prosesi ini melibatkan bidan kampung atau dukun khanak, tetua adat, kerabat dekat, hingga tetangga.
- Rangkaian kegiatan dimulai dari doa di rumah, diarak menuju sumber air untuk prosesi penyentuhan air secara simbolik diiringi shalawat, lalu ditutup dengan kenduri atau makan bersama.
Tiga Strategi Komunikasi Tradisional Pelestarian Budaya
Berdasarkan hasil analisis penelitian yang diangkat, keberhasilan pewarisan budaya Tukhun Kakhai didukung oleh efektivitas komunikasi tradisional melalui tiga dimensi utama:
- Komunikasi Antarpribadi dalam Keluarga: Keluarga inti menanamkan nilai luhur melalui penyampaian narasi historis dan persuasi personal menggunakan bahasa daerah Singkil yang memiliki kedekatan emosional.
- Komunikasi Kelompok Berbasis Kekerabatan (Sarakata): Dilaksanakan lewat musyawarah kecil, budaya gotong royong (mekhayo), serta edukasi partisipatif bagi pemuda agar belajar secara langsung (learning by doing).
- Komunikasi Simbolik Non-Verbal: Menggunakan medium benda-benda ritual seperti air sungai yang menyimbolkan kehidupan, tepung tawar atau peusijuek sebagai simbol kedamaian, serta senandung doa dari dukun khanak.
Tantangan dan Bentuk Adaptasi
Menghadapi tantangan berupa rasionalitas generasi muda dan berkurangnya akses ke sungai yang bersih, masyarakat bersama tokoh adat melakukan adaptasi komunikasi. Tradisi Tukhun Kakhai saat ini kerap dimodifikasi menggunakan air yang ditampung di dalam wadah besar di pekarangan rumah tanpa menghilangkan esensi pesan komunikasi simbolik serta nilai filosofis di dalamnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































