Jambi – Kreativitas mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) kembali diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tim mahasiswa Program Studi D3 Analis Kimia mengembangkan Aromatherapy Sheet, inovasi aromaterapi berbentuk lembaran yang memanfaatkan minyak atsiri kayu gaharu dan serai wangi sebagai alternatif media relaksasi yang praktis dan mudah digunakan.
Tim PKM tersebut diketuai oleh Joy Natasya, dengan anggota Faiza Rizki Putri, Devi Widiya Safira, Novida Agnesia Samosir, dan Rahmadani Murlan Rizkina Harahap, di bawah bimbingan Rahmi, S.Pd., M.Si.
Gagasan pengembangan Aromatherapy Sheet berangkat dari kebutuhan akan produk aromaterapi yang lebih praktis dan fleksibel. Selama ini, penggunaan aromaterapi masih banyak menggunakan media seperti diffuser atau lilin aromaterapi yang membutuhkan perangkat tambahan. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mengembangkan aromaterapi dalam bentuk lembaran yang dapat digunakan tanpa perangkat tambahan.
Aromatherapy Sheet dirancang dengan memanfaatkan minyak atsiri kayu gaharu dan serai wangi. Pengguna cukup membawa lembaran aromaterapi tersebut dan menggunakannya sesuai kebutuhan, baik saat belajar, bekerja, beristirahat, maupun bepergian.
Pemilihan gaharu dan serai wangi juga didasarkan pada potensi bahan alam lokal yang memiliki karakteristik aroma berbeda. Gaharu memiliki aroma khas, sementara serai wangi memberikan karakter aroma yang segar.
Ketua tim PKM, Joy Natasya, mengatakan bahwa pengembangan produk tersebut tidak hanya berfokus pada bentuk aromaterapi yang praktis, tetapi juga pada upaya meningkatkan nilai tambah bahan alam melalui inovasi mahasiswa.
“Ide ini berawal dari keinginan kami untuk menciptakan produk yang sederhana dan praktis, tetapi tetap memiliki nilai manfaat. Kami melihat bahwa penggunaan aromaterapi masih sering membutuhkan alat tambahan, sehingga kami mencoba menghadirkannya dalam bentuk lembaran yang lebih fleksibel. Melalui Aromatherapy Sheet, kami memanfaatkan minyak atsiri gaharu dan serai wangi sebagai bahan utama sekaligus mengembangkan potensi bahan alam menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Joy.
Dosen pembimbing tim PKM, Rahmi, S.Pd., M.Si., mengapresiasi proses pengembangan produk yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, PKM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
“Melalui PKM, mahasiswa tidak hanya belajar mengembangkan ide menjadi sebuah produk, tetapi juga belajar melihat potensi di sekitar sebagai peluang untuk berinovasi. Aromatherapy Sheet menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan mahasiswa dalam mengembangkan produk berbasis bahan alam. Saya berharap produk ini dapat terus disempurnakan dari segi kualitas maupun pemanfaatannya sehingga memiliki manfaat yang lebih luas,” tutur Rahmi.
Ke depan, tim akan terus melakukan penyempurnaan terhadap Aromatherapy Sheet, baik dari aspek formulasi, karakteristik produk, maupun pengembangannya sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Tim juga berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan minyak atsiri Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis hasil riset mahasiswa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































