MAGETAN – Bagi masyarakat Jawa, malam 1 suro merupakan malam yang sangat sakral. Di Desa Sumberdodol, Kecamatan panekan, Kabupaten Magetan, malam 1 suro bukan hanya menjadi momen untuk memperkuat nilai spiritual, Berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Giat bersih di Sumber Blanten dan penyelenggaran pertunjukan wayang menjadi tradisi yang diwariskan secara turun menurun.

Sumber Blanten merupakan salah satu sumber mata air di Desa Sumberdodol yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Kegiatan giat bersih di Sumber Blanten diadakan pada Kamis 18 Juni 2026. Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang sedang melaksanakan kegiatan Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) turut serta bergotong royong membersihkan area di Sumber Blanten. Masyarakat setempat sangat antusias dalam menyambut kegiatan ini dengan para warga laki-laki membersihkan rumput-rumput liar dan membersihkan sampah yang berada di sekitar sumber Blanten dan warga perempuan menyiapkan ambengan atau bisa disebut makanan untuk tasyakuran. Kegiatan ini dilanjutkan dengan acara yang biasa disebut dawuhan atau tasyakuran bersama masyarakat sekitar di area sumber Blanten. Acara tersebut berupa doa bersama lalu dilanjut dengan makan bersama di area sumber. Kegiatan ini diharapkan

Pada hari Sabtu 20 Juni 2026 dilanjutkan dengan pertunjukkan wayang yang berada di depan kolam renang Tirto Mudo. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian tradisi yang telah diawali dengan giat bersih dan acara dawuhan. Acara ini bukan hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya lokal. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tampak memadati area pertunjukan untuk menyaksikan pagelaran wayang. Mahasiswa UM BBM 2026 turut serta menyaksikan pertunjukan wayang yang diadakan di Desa Sumberdodol.
Giat bersih tidak hanya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber mata air, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kebersamaan antara masyarakat dan mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program UM BBm 2026. Sementara itu, pertunjukan wayang menjadi sarana untuk melestarikan seni budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat dalam suasana malam 1 suro yang penuh makna. Melalui kolaborasi tersebut, nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus dilestarikan oleh generasi muda.
Oleh:
1. Fathur Rohman Roficky (NIM. 240611612835)
2. Salsabila Nur Azzahro (NIM. 240311600706)
3. Rasti Shafa Aurilla (NIM. 240412602281)
4. Yusi Indah Lestari (NIM. 240151609505)
5. Dava Enggar Pamungkas (NIM. 240412613281)
6. Riza Ilwa Ramadhan (NIM. 240611608429)
7. Dini Nur Febrianti (NIM. 240412600122)
8. Nayfa Aulia Az-Zahra (NIM. 240121608490)
9. Angelina Kinanti Kurnia Putri (NIM. 240211600448)
10. Maria Vernanda (NIM. 240121606989)
11. Abiyyu Dikwan Handitio NIM. 240611608766)
12. Firlian Kautsa (NIM. 240611607695)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































