JOMBANG, 26 Agustus 2026 – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tidak hanya menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan mengabadikan berbagai cerita melalui karya kreatif.
Semangat tersebut hadir melalui Imaji Sarjana Festival (IS FEST) 2026, yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35. Kegiatan yang digelar di Gedung PKK Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026), menghadirkan pelatihan dan kompetisi fotografi serta videografi berbasis smartphone.
Dalam agenda pelatihan tersebut, dua Content Creator RSI Siti Hajar Sidoarjo, Fahmi Adimara dan Ryan Guty, dipercaya menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta.
Fahmi Adimara mengisi Sesi I dengan materi Photography, Mobile Photography & Visual Storytelling. Sementara Ryan Guty mengisi Sesi II dengan materi Cinematic Videography & Editing menggunakan CapCut.
Keduanya membawa pesan bahwa keterbatasan perangkat bukan alasan untuk berhenti menghasilkan karya. Justru, smartphone yang ada di tangan setiap orang dapat menjadi alat untuk menangkap momen dan menyampaikan cerita.
“Fotografi bukan hanya tentang seberapa mahal kamera yang kita gunakan, tetapi bagaimana kita melihat sebuah momen. Dengan smartphone pun, kita bisa menghasilkan foto yang kuat kalau kita mampu menemukan sudut pandang dan cerita di baliknya.”
– Fahmi Adimara, Content Creator RSI Siti Hajar Sidoarjo
Menurut Fahmi, momentum Muktamar NU ke-35 menjadi kesempatan yang sangat baik bagi peserta untuk tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi ikut mendokumentasikan berbagai cerita yang terjadi di dalamnya.
Sementara itu, Ryan Guty menekankan bahwa perkembangan teknologi membuat proses produksi video kini semakin mudah dilakukan oleh siapa saja.
“Sekarang siapa pun bisa membuat video. Tantangannya bukan lagi punya kamera atau tidak, tetapi bagaimana kita mengolah gambar menjadi sebuah cerita yang menarik. Smartphone sudah cukup untuk memulai, tinggal bagaimana kreativitas kita menggunakannya.”
– Ryan Guty, Content Creator RSI Siti Hajar Sidoarjo
Ryan juga mendorong peserta untuk berani mencoba berbagai teknik pengambilan gambar dan editing. Menurutnya, kemampuan tersebut akan semakin berkembang ketika langsung dipraktikkan dan dituangkan dalam sebuah karya.
Kehadiran Fahmi dan Ryan sebagai narasumber menjadi bagian dari upaya IS FEST 2026 untuk memberikan pembekalan praktis kepada generasi muda, khususnya dalam memanfaatkan perangkat digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Umum PP ISNU Wardi Taufik mengatakan, IS FEST menjadi salah satu cara untuk mengabadikan momentum besar Muktamar NU ke-35 melalui perspektif generasi muda.
“Kami ingin mengabadikan momen Muktamar ini dalam jepretan gambar dan video.”
IS FEST 2026 tidak berhenti pada pelatihan. Setelah mendapatkan pembekalan, peserta akan mengikuti lomba foto dan video yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Dengan demikian, peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dan membuktikannya melalui karya.
Kegiatan ini mengusung semangat:
“Bukan Sekadar Ikut Muktamar NU ke-35, Ini Waktunya Belajar, Berkarya, Berkompetisi, dan Membuktikan bahwa Satu Smartphone Bisa Melahirkan Karya Luar Biasa.”
Melalui IS FEST 2026, generasi muda diajak melihat Muktamar NU ke-35 dari berbagai perspektif, mengabadikan momen melalui foto dan video, serta menghadirkan cerita yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Karena karya yang hebat tidak selalu lahir dari kamera mahal, tetapi dari cara melihat, merasakan, dan bercerita
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































