SIDOARJO, 28 Agustus 2026 – Suasana malam di Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih semarak melalui gelaran Kelap Kelip Sidoarjo – Karnavalan yang digelar di kawasan Paseban Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (28/8/2026).
Mengusung konsep gowes malam dengan nuansa kemerdekaan, para peserta hadir menggunakan beragam kostum bertema pahlawan Indonesia serta menghias sepeda dengan lampu kelap-kelip. Namun di balik kemeriahan tersebut, kegiatan ini juga membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi dengan Sekawan Bumi Foundation, peserta Kelap Kelip Sidoarjo mendapatkan kesempatan memperoleh 1.000 bibit pohon gratis sebagai bagian dari kampanye penghijauan #BersamaMenjagaBumi.
Kolaborasi ini digagas bersama Komunitas Sepeda Lipat Sidoarjo, sementara dukungan logistik dan konsumsi kegiatan diberikan oleh 3 Second Sidoarjo.
Ketua pelaksana Kelap Kelip Sidoarjo sekaligus dari Komunitas Sepeda Lipat Sidoarjo, Jhonny Kobra, menyebut konsep kegiatan tahun ini sengaja dibuat tidak hanya menghadirkan hiburan bagi komunitas sepeda, tetapi juga membawa manfaat yang lebih luas.
“Kami ingin Kelap Kelip Sidoarjo bukan hanya menjadi agenda gowes dan kumpul komunitas. Tahun ini kami ingin ada sesuatu yang bisa dibawa pulang dan memberikan manfaat untuk lingkungan. Karena itu, kolaborasi dengan Sekawan Bumi menjadi sangat menarik dengan adanya 1.000 bibit pohon untuk peserta,” kata Jhonny.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempertemukan semakin banyak komunitas dengan semangat yang sama.
“Sepeda itu identik dengan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Jadi sangat relevan ketika kegiatan gowes juga kita sambungkan dengan gerakan penghijauan. Semoga ke depan kolaborasi seperti ini bisa semakin luas,” lanjutnya.
Dari sisi lingkungan, Mohammad Gofar dari Sekawan Bumi Foundation mengatakan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap bumi.
“Kami melihat komunitas sebagai kekuatan besar untuk menggerakkan perubahan. Ketika orang datang untuk gowes, bertemu teman, menikmati suasana malam, kemudian pulang membawa bibit untuk ditanam, di situlah kampanye lingkungan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Gofar.
Menurut Gofar, pemberian bibit pohon juga menjadi bentuk ajakan sederhana agar masyarakat tidak berhenti pada kepedulian secara simbolis.
“Kami tidak ingin gerakan penghijauan hanya berhenti pada seremoni penanaman. Harapannya 1.000 bibit ini benar-benar ditanam, dirawat, dan tumbuh. Karena satu pohon yang hidup jauh lebih berarti daripada seribu bibit yang hanya dibagikan,” tegasnya.
Selain kampanye penghijauan, Kelap Kelip Sidoarjo – Karnavalan juga mengedepankan aspek keselamatan berkendara. Peserta diajak menikmati suasana gowes malam dengan tetap memperhatikan safety riding, mengingat kegiatan berlangsung di ruang publik dan melibatkan perjalanan bersama.
Dukungan dari 3 Second Sidoarjo melalui logistik dan konsumsi turut melengkapi kegiatan yang mempertemukan unsur olahraga, kreativitas, komunitas, dan kepedulian lingkungan tersebut.
Kelap Kelip Sidoarjo menjadi bukti bahwa kegiatan komunitas dapat dikemas secara kreatif sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan. Dari lampu yang menghiasi sepeda hingga bibit pohon yang dibawa pulang, semangat kemerdekaan tahun ini dirayakan dengan cara yang lebih bermakna.
Gowes bersama, bersenang-senang bersama, dan pulang membawa alasan baru untuk menjaga bumi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































